BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Membaca
merupakan kegiatan yang sangat menunjang kegiatan menulis. Dengan banyak
membaca, kita akan mempunyai banyak informasi, dan pengetahuan yang tidak kita
dapat dari pengalaman sehari-hari. Dengan banyak membaca, kita juga akan banyak
mendapat gagasan yang berguna untuk tulisan kita. Tulisan yang baik memberikan
pengetahuan bagi pembacanya. Oleh karena itu, kalau kita ingin menghasilkan
tulisan yang baik, kita perlu banyak membaca. Tidak mengherankan bahwa penulis yang
baik banyak membaca.
Untuk
menunjang membaca perlu adanya pengembangan daya nalarnya, mahasiswa biasanya
dilibatkan dalam praktik penulisan ilmiah, yang harus didukung dengan referensi
yang memadai. Untuk hal ini, mereka wajib membaca bahan-bahan rujukan secara
kritis. Para mahasiswa peserta dilibatkan dalam kegiatan yang mendukung
berkembangnya pemahaman tentang membaca kritis, kemudian dilibatkan dalam
praktik membaca kritis tulisan atau artikel ilmiah, tulisan atau artikel
popular dan buku ilmiah, serta bahan-bahan yang tersaji dalam internet. Produk
dari praktik membaca kritis ini adalah rangkuman bahan yang dibaca dan komentar
krisis mahasiswa terhadap gagasan dan konsep dalam bacaan terkait,
kutipan-kutipan yang relevan.
Penulisan
karya tulis ilmiah memerlukan persyarata baik formal maupun materiil.
Persyaratan formal menyangkut kebiasaan yang harus diikui dalam penulisan,
sedangkan persyaratan materiil menyangkut isi tulisan. Sebuah tulisan akan
mudah dipahami dan menarik apabila isi dan cara penulisan yang memenuhi
persyaratan dan kebiasaan umum. Dalam menulis sebuah karya ilmiah, tidak dapat
digunakan pedoman dan aturan yang berlaku pada diri sendiri, tetapi pedoman dan
aturan yang berlaku secara konvensional pada kelompok tertentu (Gillett 2003).
Hal tesebut juga berlaku kepada semua jenis karya ilmiah.
Oleh
karena itu, dalam makalah ini penulis membahas secara rinci tentang karya
ilmiah baik pengertian, mamfaat, criteria, jenis-jenis, sitematika dan lainya,
yang semua itu untuk membantu para pembaca dalam memahami karya ilmiah
tersebut.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud Macam-macam Kekeliruan
dalam Berfikir ?
2.
Apa saja Macam Kekeliruan dalam Berfikir ?
3.
Apa yang dimaksud dengan Makalah ?
4.
Bagaiamana cara pembuatan makalah ?
5.
Apa yang dimaksud dengan Resume?
6.
Apa perbedaan Resume dengan CV?
7.
Apa yang dimaksud dengan Resensi ?
8.
Apa yang dimaksud Book Report ?
9.
Apa Yang di Maksud Dengan Skripsi, Tesis,
dan Disertasi ?
10. Apa
Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi ?
C. Tujuan
·
Mengetahui pengertian dari Macam-macam Kekeliruan dalam
Berfikir, Makalah, Resume, Resensi, Book Report, dan Skripsi, Tesis, Disertasi
·
Mengetahui Cara membuatnya
·
Mengetahui Perbedaanya
·
Mengetahui Tujuan dan Fungsinya
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Macam – Macam
Kekeliruan dalam Berfikir
Meskipun
disadari, definisi tidak pernah dapat ditampilkan
dengan sempurna. Pengertian maupun maksud dari sesuatu yang
dikandungnya, disamping setiap orang selalu berbeda gaya dalam mendefinisikan
suatu masalah, pada setiap penyelidikan permulaan suatu ilmu sudah lazim dibuka
dengan pembicaraan definisinya. Kebijaksanaan ini ditepuh, mengingat bahwa
dalam keanekaragaman itu terdapat persamaan - persamaan prinsip yang dapat
mengantarkan kepad garis besar masalah. Karena itu definisi yang bertugas
sebagai pembuka pintu tidak tidak mengandung bahaya selama kita memandangnya
sebagai tempat pengenalan semantara yang dapat digeser kearah kesempurnaan
lebih lanjut.
Logika
adalah bahasa latin berasal dari kata Logos yang berarti
perkataan atau sabda.Istilah lain yang digunakan sebagai gantinya adalah
Mantiq, kata Arab yang diambil dari kata kerja nataqa yang
berarti berkata atau berucap.
Dalam
bahasa sehari
– hari kita sering mendengar ungkapan serupa: alasannya tidak logis, logis,yang
di maksud dengan logis adalah masuk akal dan tidak logis adalah
sebaliknya. Dlam buku Logic and Language of education mantiq
disebutb sebagai “penyelidikan tentang dasar-dasar dan metode-metode berpikir benar”,
sedangkan dalam kamus munjid disebut sebagai “hukum yang memelihara hati nurani
dari kesalahan dalam berpikir” Prof.Thaib Tahrir A. Mui’in membatasi dengan
“Ilmu untuk menggerakkan pikiran kepada jalan yang lurus dalam memperoleh suatu
kebenaran”. Sedangkan Irving M Copi menyatakan: “Logika adalah ilmu yang
mempelajari metode dan hukum- hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran
yang betul dari penalaran yang salah”.
Kata
logika rupa-rupanya dipergunakan pertama kali oleh Zeno dari Citium, kaum
Sofis, Sokrates dan Plato harus dicatat sebagai perintis lahirnya logika,
Logika lahir atas jasa Aristoteles, Theoprostus dan kaum Stoa.
B. Macam-macam Kekeliruan dalam Berfikir
Ø Kekeliruan
Formal
1. Fallacy
of Four Term (kekeliruan karena menggunakan empat term)
Kekeliruan
berpikir karena menggunakan empat term dalam silogisme. Ini terjadi karena term
penengah diartikan ganda, sedangkan dalam patokan diharuskan hanya terdiri dari
tiga term.
Seperti
:
Orang
yang berbuat criminal harus dihukum
Dia
adalah seorang criminal
Jadi,
Dia harus dihukum
2. Fallacy
of Undistributed Middle (kekeliruan karena kedua term penengah tidak
mencakup)
Kekeliruan
berpikirkarena tidak satupun dari kedua term penengah mencakup,
Seperti:
Orang
yang banyak tidur cantik, Dia Cantik sekali
Karen
itulah ia banyak tidur.
Orang
yang banyak bermain tampan, Dia tampan sekali
Karena
itulah ia banyak bermain.
3. Fallacy
of Illicit proses (Kekeliruan karena proses tidak benar)
Kekeliruan
berpikir karena term premis tidak mencakup (undistributed) tetapi
dalam konklusi mencakup,
Seperti
:
Harimau
adalah binatang, Gajah bukan Harimau,
Jadi
ia bukan binatang.
Pria
adalah manusia, Wanita bukan pria
Jadi,
ia bukan manusia.
4. Fallacy
of two Negative Premises (Kekeliruan Karen menyimpulkan dari dua premis yang
berbeda )
Apabila
terjadi hal seperti itu sebenarnya tidak bisa ditarik konklusi.
Seperti:
Tidak
satupun pejabat yang baik mudah dicari,
Pejabat
A tidak mudah dicari,
Jadi,
Pejabat A adalah baik.
5. Fallacy
of Affirming the Consequent (Kekeliruan karena mengakui akibat)
Kekeliruan
berpikir dalam silogisme hipotetika Karena membenarkan akibat kemudian
membenarkan pula sebabnya,
Seperti:
Bila
Presiden A terpilih, Ekonomi akan lebih baik,
Sekarang
ekonomi lebih baik,
Jadi
Presiden A terpilih.
Bila
matahari terbenam, malam akan datang
Sekarang
matahari terbenam
Jadi,
malam akan datang
6. Fallacy
of Denying Antecedent ( Kekeliruan karena menolak sebab )
Kekeliruan
berpikir dalam silogisme hipotetika karena mengingkari sebab kemudian
disimpulkan bahwa akibat juga tidak terlaksana,
Seperti:
Bila
Presiden datang maka semua orang akan mengerumuni,
Sekarang
presiden tidak datang,
Jadi
orang-orang tidak mengerumuni.
7. Fullacy
of Disjunction (Kekeliruan dalam bentuk Dissyungtif)
Kekeliruan
berpikir terjadi dalam silogisme Disyungtif karena mengingkari alternatife
pertama, kemudian membenarkan altenatif yang lain, padahal menurut
patokan,pengingkaran alternative pertama bisa juga tidak terlaksananya alternatife
lain, Seperti:
Ani
pergi ke jepara atau ke kudus
Ternyata
dia tidak ada di jepara
Berarti
Ani ada di kudus, (Ani bisa tidak ada dijepara maupun di Kudus )
8. Fallacy
of Inconsistency (Kekeliruan karena tidak konsisten )
Kekeliruan
berpikir karena tidak runtutnya pernyataan yang satu dengan pernyataan yang di
akui sebelumnya,
Seperti
:
Semua
proyek pembangunan gedung kampus sudah sempurna 100%,
Hanya
saja kita perlu melengkapi beberapa hal yang kurang.
Tugas
kuliah saya sudah sempurna
Hanya
saja saya harus melengkapi sedikit kekurangannya.
Ø Kekeliruan
Informal
1) Fallacy
of Hasty Generalization (Kekeliruan karena membuat Generalisasi yang
terburu-buru )
Kekeliruan
berpikir karena tergesa-gesa membuat generalisasi, yaitu mengambil kesimpulan
umum dari kasus individual yang terlampau sedikit, sehingga kesimpulan yang
ditarik melampaui batas lingkungannya,
Seperti
:
Dia
seorang pejabat,mengapa korupsi ?
Kalau
begitu pejabat itu korup.
Dia
seorang yang cantik, mengapa sombong ?
Kalau
begitu orang cantik memang sombong.
2) Fallacy
Of Forced Hypotesis ( Kekeliruan karena memaksakan Praduga )
Kekeliruan
berpikir karena menetapkan kebenaran suatu dugaan,
Seperti
:
Seorang
mahasiswa pergi ke kampus dengan wajah dan pakaian lusuh sekali, seorang
temannya menyatakan bahwa itu semua adalah kebiasaan yang sering sekali
dilakukan dalam kehidupanya, padahal sebenarnya wajah dan baju lusuh itu karena
akibat sakit.
3) Fallacy
Of Begging the Question (Kekeliruan karena mengundan permasalahan)
Kekeliruan
berpikir karena mengambil konklusi dari premis sebenarnya harus dahulu di
buktikan kebenarannya,
Seperti:
Pengacara
X memang luar biasa hebatnya
(disini
orang hendak membuktikan bahwa pengacara X memang hebat dengan banyaknya Clien,
tanpa bukti kualitasnya diuji terlebih dahulu )
4) Fallacy
of Circular Argument (Kekeliruan karena menggunakan Argumen yang berputar )
Kekeliruan
Karena menarik konklusi dari satu premis kemudian konklusi tersebut
dijadikan sebagai premis sedangkan premis semula dijadikan konklusi pada
argument berikutnya, seperti:
Prestasi
kampus X semakin menurunkarena banyaknya mahasiswa yang malas
Mengapa
banyak mahasiswa yang malas ? karena prestasi kampus menurun.
5) Fallacy
of Argumentative leap (Kekeliruan karena berganti dasar )
Kekeliruan
berpikir karena mengambil kesimpulan yang tidak diturunkan dari premisnya, jadi
mengambil kesimpulan melompat dari dasar semula,
Seperti:
Pantas
jika ia mempunyai harta yang melimpah
Karena
ia tampan dan berpendidikan tinggi.
6) Fallacy
of Appealing to Authory ( kekeliruan karena mendasarkan pada Otoritas)
Kekeliruan
berpikir karena mendarsarkan diri pada kewibawaan atau kehormatan
seseorang tetapi dipergunakan untuk permasalahan di luar otoritas ahli
tersebut.
Seprti
:
Karangan
cerpenmu sangat fenomenal dan menarik,
Sebab
Rudi Khoiruddin mengatakan demikian. (Rudi Khoiruddin adalah ahli dalam masalah
masak dan makanan, bukan penulis yang hebat ).
7) Fallacy
of Appealing to Force ( Kekeliruan karena mendasarkan diri pada Kekuasaan )
Kekeliruan
berpikir karena berargumen dengan kekuasaan yang dimiliki, seperti menolak
pendapat atau arguman seseorang dengan menyatakan :
Anda
masih saja membantah dan tidak terima pendapatku, kamu itu siapa dan sejak
kapan kamu duduk sebagai anggota Dewan ?, aku ini sudah lebih lama dari pada
kamu.
8) Fallacy
of Abusing ( Kekeliruan karena menyerang pribadi )
Kekeliruan
berpikir karena menolak argument yang di kemukakan seseorang dengan menyerang
pribadi,
Seperti
:
Dia
adalah seorang yang berkelakuan tidak baik dan sering merugikan banyak orang,
Maka
dari itu jangan sampai menerima ataupun setuju dengan pendapatnya.
9) Fallacy
of Ignorance (Kekeliruan karena kurang tahu )
Kekeliruan
berpikir karena menganggap bila lawan bicaranya tidak dapat membuktikan
kesalahan argumentasinya, dengan sendirinya argumentasi yang dikemukakannya
benar, Seperti :
Anda
sudah berusaha berkali-kali untuk membuktikan kalau pendapat saya salah,
Tapi
sampai sekarang belum mendapatkan hasil kalau saya salah, berarti pendapat saya
memang benar.
10) Fallacy
of Complex Question (Kekeliruan karena pertanyaan yang ruwet )
Kekeliruan
berpikir karena mengajukan pertanyan yang bersifat menjebak.
Seperti:
Sekarang
kamu sudah tidak sering telat lagi ?, (penanya memastikan pengakuan bahwa yang
di Tanya pernah datang telat ke sekolah ).
Fallacy
of Oversimplification (Kekeliruan Karen alasan terlalu sederhana )
Kekeliruan
berpikir karena berargumentasi dengan alasan yang tidak kuat atau tidak cukup
bukti,Seperti:
Dia
adalah Mahasiswa paling pandai di kelasnya,
Karena
dia mempunyai banyak teman.
11) Fallacy
of Accident (Kekeliruan karena menetapkan sifat )
Kekeliruan
berpikir karena menetapkan sifat bukan keharusan yang ada pada suatu benda
bahwa sifat itu tetap ada selamanya.
Bahan
hidangan untuk pesta besok sudah dibeli tadi pagi
Bahan
hidangan untuk pesta yang dibeli tadi pagi sudah busuk
Jadi,
hidangan untuk pesta sekarang sudah busuk
12) Fallacy
of Irrelevant Argument (Kekeliruan karena argument yang tidak lerevan).
Kekeliruan
berpikir karena mengajukan argument yang tidak ada hubungannya dengan masalah
yang jadi pokok pembicaraan.
Seperti
:
Manusia
itu lebih berbahaya dari pada Singa,
Karena
pembunuhan serinh dilakukan manusia dari pada singa.
13) Fallacy
of False Analogy ( Kekeliruan karena salah mengambil Analogi )
Kekeliruan
berpikir karena menganalogikan dua permasalahan yang kelihatannya mirip, tetapi
sebenarnya berbeda secara mendasar.
Seperti
:
Mahluk
hidup membutuhkan makanan untuk tetap hidup,
Kalau
begitu motor juga perlu bensin untuk dapat hidup
14) Fallacy
of Appealing to Pity (Kekeliruan karena mengundang belas kasih )
Kekeliruan
berpikir karena menggunakan uraian yang sengaja menarik belas kasihan untuk
mendapatkan konklusi yang di harapkan.
Seperti
:
Saya
seharusnya membuka permasalahan yang cukup rahasia ini didepan umum, tapi saya
sangat kasihan dengan keadaan mu sakarang, demi anak- anakmu yang masih kecil.
Ø Kekeliruan
Karena Penggunaan Bahasa
1. Fallacy
of Composition (Kekeliruan karena komposisi )
Kekeliruan
berpikir karena menetapkan sifat yang ada pada bagian untukn menyifati keseluruhannya.
Seperti
:
Setiap
Mahasiswa siap untuk berdemo,
Maka
keseluruhan mahasiswa sudah siap berdemo.
2.
Fallacy of Division (Kekeliruan dalam pembagian )
Kekeliruan
berpikir karena menetapkan sifat yang ada pada keseluruhannya, maka demikian
juga setiap bagiannya.
Seperti
:
Hotel
itu dibangun dengan biaya yang mahal,
Tentulah
harga sewa tiap kamar juga mahal.
3. Fallacy
of Accent (Kekeliruan karena Tekanan )
Kekeliruan
berpikir karena kekeliruan memberikan tekanan dalam pengucapan.
Seperti
:
Kawan
saya makan, (yang hendak dimaksud adalahpembicara member tahu pada kawannya
bahwa ia sedang makan ).
4. Fallacy
of Amphiboly (Kekeliruan karena Amfiboly )
Kekliruan
berpikir karena menggunakan susunan kalimat yang dapat di tafsirkan berbeda-
beda.
Seperti
:
Seorang
anak muda datang pada seorang dukun dan meminta untuk menunjukkan masa depanya
apakah bagus atau malah susah dengan tanpa berusaha, Dukun menjawab : Anda akan
mendapatkan pelajaran dan hikmah yang besar. Atas jawaban yang diberikan dukun
dia sangat puas dan yakin bahwa hidupnya nanti akan baik tanpa ada gangguan
sedikitpun, ternyata ia malah hidup menderita setelah beberapa hari datang pada
dukun, setelah ia kembali pada dukun untuk menanyakan mengapa ramalannya salah,
dukun itu kemudian menjawab : aku benar sebab dengan tanpa usaha hidup
seseorang tidak akan berubah apalagi baik.
5.
Fallacy of Equivocation ( Kekeliruan karena menggunakan kata dalam beberapa
Arti )
Kekeliruan
berpikir karena menggunakan kata yang sama dengan arti lebih dari satu Seperti
:
Menulis
adalah salah satu dari bentuk belajar,
Maka
membaca adalah salah satu bentuk belajar.
Berbuat
baik adalah salah salah satu bentuk ibadah
Maka
sholat adalah salah satu bentuk ibadah.
C.
Pengertian Makalah
Makalah adalah karya ilmiah
membahas sebuah permasalahan dan pembahasannya berdasarkan analisis secara
objektif yang ditulis oleh seseorang atau kelompok. Makalah biasanya dipresentasikan
dalam perkuliahan, seminar, ataupun simposium.
Dalam penyusunannya, makalah
dibuat dengan menggunakan bahasa baku disertai istilah-istilah keilmuan
bergantung bidang ilmu tertentu. Data yang digunakan dalam makalah bersifat
empiris-objektif sehingga pemaparannya jauh dari sudut pandang subjektif dari
penulisnya atau kelompok yang menyusunnya.
D.
Jenis-Jenis Makalah
Jenis-jenis makalah terbagi
menjadi tiga jenis, yakni makalah deduktif, induktif, dan campuran. Makalah
deduktif adalah makalah yang ditulis berdasarkan kajian teoritis. Makalah ini
mengedepankan analisis dengan menggunakan berbagai sumber referensi yang
relevan untuk menganalisis permasalahan yang diangkat.
Jenis kedua ialah makalah
induktif. Secara sederhana, makalah induktif adalah makalah yang disusun
berdasarkan data empiris dan diperoleh dari kajian turun langsung ke lapangan.
Data yang didapat dari kegiatan penelitian langsung ke lapangan itu digunakan
untuk membuat analisis objektif terhadap permasalahan dalam makalah tersebut.
Penggunaan data itu harus dipilah berdasarkan tingkat relevansinya.
Dan, jenis ketiga ialah makalah
campuran. Definisi dari makalah campuran adalah makalah yang ditulis
berdasarkan kajian teoritis sekaligus data empiris yang didapat dari penelitian
lapangan. Dengan kata lain, makalah jenis ini merupakan penggabungan makalah
jenis deduktif dan induktif.
E.
Ciri-Ciri atau Karakteristik
Makalah
Makalah memiliki beberapa ciri
atau karakteristik, yaitu pertama, makalah merupakan hasil kajian literatur
dan/atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan dari cakupan permasalahan
yang diangkat di dalamnya.
Ciri kedua, makalah
mendemonstrasikan pemahaman penulis atau kelompok yang membuatnya tentang
permasalahan teoritik atau sebagai sarana penerapan suatu prosedur, prinsip,
atau teori yang berhubungan dengan topik permasalahan. Lalu, ciri ketiga ialah
menunjukkan pemahaman penulis atau kelompok yang membuatnya atas isi dari
berbagai sumber yang digunakan dalam penyusunannya.
Dan ciri keempat, makalah
mendemonstrasikan kemampuan penulis meramu berbagai sumber informasi dalam
suatu sintesis yang utuh. Jadi, dengan kata lain, makalah merupakan sebuah
bentuk hasil pemaparan pemikiran penulis atau kelompok yang membuatnya dalam
memahami suatu topik masalah tertentu.
F.
Susunan Makalah
Makalah disusun berdasarkan
beberapa struktur. Secara umum, struktur tersebut di antaranya adalah:
- Halaman muka
Halaman muka atau cover berisikan judul makalah, logo instansi atau
lembaga tempat makalah itu dibuat, nama penulisnya, tempat pembuatan makalah,
dan bulan serta tahun pembuatannya. Fungsi dari halaman muka ini ialah sebagai
perwajahan dari makalah. Jadi, pembaca bisa mengetahui topik yang dibahas,
lembaga apa yang menerbitkan, siapa penulisnya, dan di mana dan kapan makalah
itu dibuat.
- Kata Pengantar
Kata pengantar merupakan bagian yang berisikan kendala yang dihadapi penulis dalam menulis makalah dan ungkapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantunya menyelesaikan makalah tersebut. Bagian ini bisa dikatakan bagian ramah-tamah penulis sebelum masuk ke pokok pembahasan makalah. - Daftar isi
Daftar isi berisikan poin-poin yang terdapat di dalam makalah. Fungsi dari daftar isi ialah untuk memudahkan pembaca mencari poin penting yang ingin dibaca. - Bagian pendahuluan
Bagian pendahuluan atau umumnya dikenal dengan “Bab 1” merupakan salah satu dari tiga bagian penting dalam sebuah karya ilmiah. Pendahuluan berisikan latar belakang pembuatan makalah, permasalahan yang diangkat, tujuan penulisan makalah, teori yang digunakan, dan sistematika penulisan makalah tersebut. Bagian pendahuluan ini penting karena pada bagian ini menjelaskan latar belakang mengapa penulis memilih topik permasalahan sebagai pembahasan dan tujuan dia menuliskan makalah tersebut.Bila tidak dijelaskan, makalah tersebut dapat dianggap sebagai sebuah tulisan asal-asalan yang tidak memiliki tujuan jelas. Jadi, kalau kamu ingin tahu seberapa penting topik permasalahan yang diangkat dalam suatu makalah maka kamu harus membaca bagian pendahuluannya. - Bagian isi dan pembahasan
Lalu, bagian penting kedua ialah bagian isi dan pembahasan. Pada bagian ini terdapat isi dan pembahasan dari topik permasalahan yang diangkat oleh penulis. Kamu akan mendapati langkah-langkah pembedahan masalah yang dilakukan penulis makalah dalam bagian ini. Biasanya, bagian ini ditulis dalam satu bab dan terkadang bisa lebih bergantung seberapa pelik permasalahan yang diangkat. - Bagian kesimpulan, daftar pustaka, dan lampiran.
Bagian penting ketiga ialah bagian kesimpulan. Bagian tersebut berisikan kesimpulan penelitian dari makalah. Dalam bagian kesimpulan, kamu akan mendapati apa hasil dari penelitian yang dilakukan penulis dalam makalahnya. - Daftar Pustaka
Setelah tiga bagian penting tersebut, struktur umum makalah selanjutnya ialah daftar pustaka. Bagian ini berisikan berbagai referensi yang digunakan oleh pembuat makalah untuk menganalisis atau mengupas topik permasalahn. Referensi itu bisa berasal dari buku, majalah, website, laporan, wawancara, dan lain sebagainya.
Bagian ini wajib ada dalam makalah untuk menunjukkan sisi objektifitas dari makalah tersebut. Dengan kata lain, daftar pustaka itu memperlihatkan bahwa penulis membahas topik permasalahan menggunakan sudut pandang objektif dan bukan dari sisi subjektifitasnya karena menggunakan berbagai referensi pendukung. - Lampiran
Bagian struktur terakhir makalah ialah lampiran.
Pada bagian lampiran berisikan data-data pendukung makalah. Data pendukung itu
meliputi bukti foto penelitian lapangan, cuplikan sumber data, bentuk kuesioner
untuk survei lapangan, dan lain sebagainya. Bagian ini bisa ada dan juga tidak.
Hal itu bergantung seberapa perlu data pendukung dimasukkan dalam makalah.
G.
Pengertian Resume
Secara umum resume adalah sebuah data dokumen yang di
dalamnya berisikan rangkuman dari pengalaman, keahlian, dan pendidikan
seseorang yang ditulis tidak lebih dari dua halaman. Data-data tersebut harus
disusun dengan teratur dan rapi agar mampu menarik perhatian pembacanya.
Adapun tujuan dituliskan resume ini yaitu untuk media
penyampaian kualifikasi seseorang secara singkat, padat, dan jelas. Sehingga
tidak sulit dipahami oleh si pembaca.
H. Perbedaan Resume dan CV
Dua hal ini merupakan persyaratan penting dan senjata wajib
yang harus dibawa ketika kamu akan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan.
Meski begitu, beberapa orang masih meremehkan hal ini, entah karena tidak tahu
atau malas membuatnya.
Curriculum Vitae (CV)
Curriculum Vitae (CV)
atau biasa disebut dengan daftar riwayat hidup adalah sebuah dokumen yang
menerangkan secara rinci si pelamar, mulai dari tanggal lahir, pengalaman
kerja, deskripsi pekerjaan, hingga pengalaman profesi, serta bidang akademik.
Pada umumnya CV ditulis dalam bentuk kronologis. Intinya
kalau CV itu hanya perlu menambahkan data terbaru mengenai riwayat pekerjaan.
Kamu juga bisa memodifikasi tulisan di dalam surat lamaran.
Dalam penulisan CV tidak ada batasan maksimal halamannya.
Berbeda dengan resume.
Resume Adalah
Sedangkan resume hanya berisi
tentang keahlian, pendidikan, pengalaman kerja, atau pengalaman dalam berorganisasi yang
benar-benar relevan dan sesuai dengan posisi pekerjaan yang akan dilamar.
Di Amerika, CV biasa digunakan untuk kepentingan akademik
seperti pengajuan proposal, permohonan beasiswa, dan semisalnya. Sedangkan
resume dipakai untuk dunia kerja karena lebih ringkas dan jelas.
Sedangkan di Asia Timur, Tengah, dan sebagian Eropa CV
digunakan untuk kepentingan akademik dan juga sebagai sarana melamar pekerjaan.
Karena itu lah timbul pertanyaan, terus saya harus memakai yang mana?
Jawabannya adalah, pilih sesuai permintaan perusahaan, jika
kamu malas nulis panjang resume adalah pilihan terbaik.
I.
Contoh Resume
Setiap orang mungkin saja bisa menuliskan resume untuk
dirinya, namun sangat jarang yang mampu membuatnya dengan baik dan profesional.
Di Amerika dan Eropa terdapat banyak lembaga khusus yang menawarkan jasa
pembuatan resume dan pelatihan pembuatan resume untuk para profesional muda.
Bagi mereka, data resume merupakan sebuah arsip yang begitu
berharga karena data yang dituangkan harus jujur dan sangat teliti. Untuk
mendapatkan resume yang bagus tentu dibutuhkan sedikit pengalaman atau contoh
resume yang bagus dan pro.
Berikut ini akan saya berikan
beberapa contoh resume bahasa
Indonesia dan Inggris. Simak contohnya.
Contoh Resume Bahasa Indonesia
RESUME
[..Nama Lengkap..]
[..Alamat Lengkap..]
[..Nomor Telephon..]
[..Email..]
Data Pribadi
Tempat Tanggal
Lahir :
Status :
Harapan Gaji :
Status :
Harapan Gaji :
Pendidikan
Kampus /
Jurusan :
Lulus :
Lulus :
Kursus
Komputer (Microsoft Exel, Word, Corel Draw, Power Point,
dan Internet) 1996
Bahasa Inggris (Conversation) 1994
Bahasa Inggris (Conversation) 1994
Pengalaman Kerja
PT. Airlangga Setia Sentosa – Manager Marketing 2000 – 2008
Royal Laudry – Staf CEO 1999 – 2017
Royal Laudry – Staf CEO 1999 – 2017
Penghargaan
Karyawan terbaik di PT. Airlangga Setia Sentosa pada tahun
2000 – 2008
Contoh Resume Bahasa Inggris
Contoh Resume Bahasa Inggris
[..Name..]
[..Adress..]
[..Telephone/HP..]
[..Email..]
Academic Qualification
Got a bachelor degre in commerce ini […..] from […..]
University.
Completed a public administrtion certificate course ini
[…..]
Extra Activities
Have been directly associated with the administrative
sevices by working with scial organizations and contributing in unearthing the
perpetuated social problems through my write ups, articles and journals.
Rundimentary stage of the employement or Intership.
Worked as a receptionist cum telephone operator in a print media till 1 and half years.
Served telecoms company to promote its mobile phones in the competitive world market bringing a huge profit to it.
Worked as a receptionist cum telephone operator in a print media till 1 and half years.
Served telecoms company to promote its mobile phones in the competitive world market bringing a huge profit to it.
Efficiency
Have made a remarkable contribution in producing a
documentary film to be screened on how to improve the living standard by adopting
some aspecific tips.
Professional Experience
Currently serving an oil producing company […..] since [….]
as an […..].
Have adopted several market strategis to argument its production and sales on the basis of a balance maintaining between supply and demand.
Mooted out a formula to reduce its maximum budget getting siphoned off regularly on trivial advertisings.
In […..] by joining a software company as an assistant production manager analyzed financial and statistical data and revived current and fixeed assts, liabilities, revenues, and expenses.
Resume Bahasa Inggris
Have adopted several market strategis to argument its production and sales on the basis of a balance maintaining between supply and demand.
Mooted out a formula to reduce its maximum budget getting siphoned off regularly on trivial advertisings.
In […..] by joining a software company as an assistant production manager analyzed financial and statistical data and revived current and fixeed assts, liabilities, revenues, and expenses.
Resume Bahasa Inggris
[…Name…]
[…Address..]
[…Telephone/HP…]
\
[…E-mail…]
[…E-mail…]
Objektive
To hold the position of Senior Accountant Resume for an
excellent career in the field of Accountancy.
Personal Profile
Own a better knowledge in the management of A/R, A/P
Accounts.
Capable of converting the data on high tech system to keep
the informations at a click away distance and prossessing a unique power of
keeping all the account administration under control.
Professional Expeince
– FG Finance Group, […..]- Presently serving
– Accountant
Controlled the company’s entire financial system lookng
after Peroidan and General Reconciliation, Cash flow and management.
Maintained the gneral ledger system, oversaw the month end
and year end audit repots, financial report, budgets and variance analysis.
Performed bookkeeping jobs, apart from debtors, contract
payments, payroll, management accounts and profit and loss by flights.
– GHF Limited, Canada, [….-…..]
– Assistant Accountant
Maintained the operations of the accounts payable systems
with vendors.
Maintained the capital assets, handled the depreciation
schedules and reconciliation of financial institutes.
Educatin
Graduation in MBA.
Skills
Controlling and managing power with softest touch of
suggestions, instructions and maifestation of the norms. Computer skilled and
best command over the language.
J.
Langkah-langkah Membuat Resume
yang Baik
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kamu
akan menulis sebuah resume, antara lain yaitu:
- Pilih MS Word, tujuannya untuk
mempermudah kamu dan HRD, usahakan tidak terlalu panjang, buatlah tulisan
singkat, padat, da jelas.
- Pada bagian pertama, isi data
diri dengan benar, setidaknya ada nama lengkap, nomor telephone, alamat, dan
email aktif.
- Tulis riwayat pendidikan
lengkap dengan kualifikasinya (jurusan).
- Tulis pengalaman kerja lengkap
dengan jabatan kamu saat bekerja dan apa saja yang dibebankan kepada kamu
(tanggugjawab).
- Sebelum mengakhiri, cek
terlebih dahulu setiap kalimat atau ejaan dalam setiap resume yang kamu
buat (pastikan tidak ada kesalahan di dalamnya).
- Terakhir, perhatikan juga
permntaan HRD, apabila kamu tidak diminta fotocopy referensi atau
sertifikat, kamu tidak peru menyertakannya. Hal ini bisa kamu bawa nanti
ketika ada
- panggilan wawancara kerja.
Perhatikan Juga Hal Berikut
- Membaca teks atau naskah asli
- Menentukan dan mencatat
gagasan utama
- Mulai menulis ringkasan
(resume)
- Membaca kembali ringkasan yang
telah dibuat
K. Pengertian Resensi Secara
Umum
Kata resensi ini berasal dari bahasa Belanda “recensie” yang
berarti membicarakan dan menilai/beorordelend en bespoken. Dari
makna inilah, maka media cetak Belanda menyediakan halaman atau kolom
khusus sebagai wadah pembicaraan buku ini (Lasa, 2006).
Pengertian Resensi Menurut Para Ahli
Menurut Sitepu (2013),
dikaji secara etimologi dari bahasa Latin (recensere atau revidere)
dan bahasa Inggris (review), resensi mengandung makna dasar
“memeriksa, mencermati, meninjau atau melihat kembali” sesuatu. Dengan
pengertian dasar yang demikian, objek resensi tidak hanya terbatas pada buku
tetapi dapat berupa film, drama, pameran, dan berbagai bentuk/tampilan tulisan.
Menurut (gorys keraf , 1994;274) – Resensi didefinisikan sebagai sebuah
tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku.
Menurut Yus Rusyana (1996:1) – memberikan definisi bahwa resensi adalah
tulisan mengenai buku pengetahuan, sastra, kamus, ensiklopedia, dan sebagainya
yang mengikhtisarkan, menggambarkan, menjelaskan, dan menilai buku
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI (1991) resensi adalah pertimbangan atau
pembicaraan buku, atau ulasan buku yang baru saja terbit. Sedangkan Gorys Keraf
mendefinisikan resensi sebagai ”Suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah
hasil karya atau buku” (Keraf, 2001). Dari pengertian tersebut muncul istilah
lain dari kata resensi yaitu kata pertimbangan buku, pembicaraan buku, dan
ulasan buku.
L.
Syarat
Penyusunan Resensi
Ada beberapa syarat dal menyusun resensi antara lain :
- Ada data buku, meliputi nama pengarang, penerbit, tahun
terbit dan tebal buku.
- Pendahuluannya berisi perbandingan dengan karya
sebelumnya, biografi pengarang, atau hal yang berhubungan dengan tema atau
isi.
- Ada ulasan singkat terhadap buku tersebut.
- Harus bermanfaat dan kepada siapa manfaat itu
ditujukan.
M. Tujuan Resensi
Meresensi suatu buku mempunyai tujuan nya yaitu sebagai berikut :
- Agar bisa memberikan sebuah pemahaman &
informasi secara komprehensif kepada suatu masyarakat atau sih pembaca
tentang isi buku yang diresensi nya.
- Mengajak sih pembaca agar mendiskusikan dan memikirkan
lebih jauh tentang apa masalah yang diangkat yang ada di dalam buku
tersebut.
- Agar memberikan suatu pertimbangan kepada sih pembaca
tentang pantas atau tidaknya buku itu untuk dibaca atau diterbitkan.
- Agar memberikan suatu jawaban mengenai sebuah
pertanyaan-pertanyaan dari pembaca ketika buku baru diterbitkan.
- Memberikan sugesti kepada pembaca, apakah sebuah buku
atau film patut dibaca atau ditonton
- Melukiskan dan memaparkan pendapatnya melalui sebuah
pertimbangan atau penilaian
- Memberikan kriteria-kriteria yang jelas dalam
mengemukakan pendapatnya itu.
N. Unsur Resensi
Unsur-unsur dalam resensi meliputi :
1.
Judul resensi
Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai
seluruh tulisan atau inti tulisan, tidak harus ditetapkan terlebih
dahulu. Judul dapat dibuat sesudah penulisan resensi selesai. Yang perlu di
ingat, judul resensi harus selaras dengan keseluruhan isi resensi.
2.
Data buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
- Judul buku (jika
buku itu termasuk buku hasil terjemahan, judul aslinya juga harus ditulis)
- Pengarang (jika
ada, tulis juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera
dalam buku)
- Penerbit
- Tahun terbit
beserta cetakannya (cetakan ke berapa)
- Tebal buku (berapa
halaman)
- Harga buku (jika
diperlukan)
·
Pembukaan (lead)
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini.
- Memperkenalkan
siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa yang
diperoleh.
- Membandingkan
dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun
pengarang lain.
- Memaparkan
kekhasan atau sosok pengarang.
- Memaparkan
keunikan buku.
- Merumuskan tema
buku.
- Mengungkapkan
kritik terhadap kelemahan buku.
- Mengungkapkan
kesan terhadap buku.
- Memperkenalkan
penerbit.
- Tubuh atau isi
pertanyaan resensi buku
·
Tubuh atau isi
pertanyaan resensi buku biasanya memuat hal-hal dibawah ini
:
- Sinopsis atau isi
buku secara benar dan kronolois.
- Ulasan singkat buku
dengan kutipan secukupnya.
- Keunggulan buku.
- Kelemahan buku.
- Rumusan kerangka
buku.
- Tinjauan bahasa
(mudah atau berbelit-belit).
- Kesalahan cetak
(jika ada)
·
Penutup resensi
Bagian penutup, biasanya berisi saran atau pertanyaan bahwa
buku itu penting untuk siapa dan mengapa.
O. Fungsi Resensi
- Fungsi informatif,
yakni menginformasikan keberadaan buku atau film tertentu sehingga pembaca
merasa tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut
- Fungsi komersial,
yakni mempromosikan produk baru untuk kepentingan komersial ( keuntungan
materi)
- Fungsi akademik,
yakni interaksi antara penulis buku, penerjemah, editor, dan peresensi
dalam membentuk wacana keilmuan serta berbagai pengalaman dan sudut
pandang tentang topik tertentu yang dijadikan fokus resensi.
P. Jenis Jenis Resensi
Berdasarkan isi sajian atau isi resensi nya , resensi buku
di golongkan menjadi :
·
Resensi informatif
Resensi informatif hanya berisi informasi tentang hal-hal penting dari
suatu buku . pada umumnya , isi resensi informatife hanya ringkasan dan paparan
mengenai apa isi buku atau hal-hal yang bersangkutan dengan suatu buku .
·
Resensi evaluatif
Resensi evaluatif lebih banyak menyajikan penilaian
peresensi tentang isi buku atau hal-hal yang berkaitan dengan buku .informasi
tentang isi buku hanya disajikan sekilas saja bahkan kadang-kadang hanya
dijadikan ilustrasi.
·
Resensi informatif –evaluatif
Resensi informatif-evaluatif merupakan perpaduan dua jenis
resensi tersebut . resensi jenis ini disamping menyajikan semacam ringkasan
buku atau hal-hal penting yang ada di buku juga menyajikan penilaian peresensi
tentang isi buku . resensi jenis ketiga lah yang dikatakan paling ideal karna
bisa memberikan laporan dan pertimbangan secara memadai.
Tahap dan Teknik Pembuatan Resensi
Ada tiga macam teknik meresensi buku yang dapat dilakukan,
yakni :
a)
Teknik Cutting and Glueing
Meresensi buku dengan teknik ini berarti merekatkan
potongan-potongan tulisan. Potongan tersebut berupa materi yang menarik
perhatian Anda yang terdapat di dalam buku yang akan Anda resensi. Selain
bagian materi yang menarik perhatian, bagian yang dipotong itu hendaknya
mencerminkan gagasan-gagasan inti si penulis buku. Kumpulan potongan materi
yang sudah terpilih itu, lalu disusun dan dirangkaikan ke dalam sebuah susunan
yang logis.
Proses ini disebut tahap pelekatan atau penempelan. Yang
harus dijaga dalam proses ini adalah kesatuan dan kepaduan gagasan antara
potongan yang satu dengan potongan lainnya. Upayakan agar resensi Anda
seolah-olah menghadirkan si penulis dalam menyampaikan gagasan-gagasannya.
Peran Anda dalam resensi itu hanya dalam konteks menyambungkan, mengalirkan dan
mengaitkan gagasan yang satu dengan yang lainnya.
Mengenai kesan dan pandangan Anda terhadap objek resensi
harus terefleksikan dalam judul. Selain itu, Anda dapat memasukkan kesan dan
opini Anda pada kalimat/paragraf pada bagian kesimpulan. Teknik ini merupakan
teknik yang paling sederhana dalam berlatih menulis resensi.
b)
Teknik Focusing
Teknik ini berkaitan dengan memusatkan perhatian kepada satu aspek
tertentu yang disajikan dalam objek resensi. Pemusatan perhatian itu harus
tetap berpangkal pada sesuatu yang menonjol, dan menarik perhatian.
Bagian yang dianggap menonjol itu bisa terletak pada aspek tema,
metode pembahasan yang digunakan penulis, sampul luar, sosok pengarang, gaya
penyajian, atau latar belakang penerbitan buku tersebut.
c)
Teknik Comparing
Teknik ini mengajak seorang peresensi untuk melakukan
pembandingan-pembandingan atas hal-hal yang terdapat dalam objek resensi dengan
sumber lain mengenai topik sejenis. Pembandingan itu dapat dilakukan atas dasar
topik atau tema yang sama dari pengarang yang berbeda atau pengarang yang sama
mengenai topik-topik yang berbeda.
Teknik ini tidak mungkin dilakukan tanpa kegiatan membaca.
Peresensi wajib membaca beberapa sumber yang berbeda. Semakin kaya bacaan
persensi, maka semakin kaya pula wawasan yang dapat dijadikan input bagi
kedalaman pembandingannya. Peresensi dapat menemukan kelebihan atau kekurangan
yang terdapat di dalam sebuah buku. Oleh karena itu, membaca beberapa sumber
bacaan itu menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menentukan kualitas
resensi Anda.
Q.
Sistematika
Struktur resensi
biasanya mengikuti pola berikut :
- Judul resensi
Judul resensi ini harus menarik pembaca
- Perwajahan (jati diri buku) meliputi :
- Judul buku
- Nama pengarang/penulis
- Nama penerbit dan tahun terbit
- Jumlah halaman
- Jenis huruf
- Halaman sampul (cover)
- Harga buku (boleh dicantumkan boleh tidak)
Pembukaan, merupakan alinea pembuka. Meliputi :
- Uraian, deskripsi, rangkuman, yang menjelaskan isi buku
secara umum
- Kutipan bagian yang memperjelas isi buku
- Kaitannya dengan konteks situasi yang sedang hangat di
masyarakat
- Bersifat pemancing untuk menarik perhatian pembaca
Pembahasan, berisi komentar, ulasan, analisis kritis, dan penilaian terhadap
isi buku. Inilah esensi dari suatu resensi, yakni si peresensi mengomentari
atau menilai suatu buku dari berbagai aspek yaitu aspek luar dan aspek isi,
meliputi :
- Analisis terhadap isi buku disertai alasan dan bukti yang
ada dalam isi buku
- Analisis kekuatan dan kelemahan (bila ada) isi buku
yang diresensi pembandingan dengan sumber-sumber yang berbeda
- Gagasan-gagasan penulis mengenai isi buku
- Penutup, meliputi penilaian penulis resensi mengenai perlu
tidaknya pembaca resensi membaca atau memiliki buku tersebut. Kalimat
penutup ini lebih mempresentasikan rekomendasi untuk para pembaca,
meskipun kadang-kadang tidak dinyatakan secara rinci.
- Identitas peresensi, sering juga dicantumkan dibagian akhir resensi guna
menunjukkan otoritas peresensinya.
R.
Manfaat Resensi
·
1. Bahan pertimbangan
Untuk Memberikan sebuah gambaran kepada para sih pembaca
tentang sebuah karya dan untuk mempengaruhi mereka atas karya tersebut.
·
2. Nilai ekonomis
Untuk mendapatkan uang atau imbalan dari buku-buku yang
diresensikan secara gratis dari sih penerbit buku jika resensinya dimuat
dikoran atau di majalah.
·
3. Sarana promosi buku
Buku yang diresensikan yaitu buku baru yang belum
pernah diresensi. oleh sebab itu, resensi merupakan suatu media untuk mempromosikan
buku baru tersebut.
·
4. Pengembangan Kreativitas
Untuk mengembangkan sebuah kreativitas dalam menulis, Dalam
membuat sebuah resensi buku harus mempunyai sebuah unsur-unsur agar resensi tersebut
jelas dan berkualitas.
Tips untuk menulis resensi
- Tulisan resensi
yang menggambarkan sebuah buku/film harus sesuai dengan isi seutuhnya.
Oleh karena itu, syarat utama meresensi adalah peresensi harus terlbih
dahulu membaca/menonton dan memahami buku/film yang akan diresensi.
- Lakukan analisis
yang tajam dan bernalar. Pertama, mengamati manfaatnya. Pada bagian mana
buku itu bermanfaat bagi pembacanya dan sertakan bukti dan alasannya.
- Gunakan bahasa
yang terstruktur, lugas dan jelas sehingga memudahkan pembaca memahami
tulisan Anda. Penggunaan kalimat yang panjang dan bertele-tele akan
mengaburkan pesan yang disampaikan.pilih kata-kata yang tepat dan sesuai
untuk merangkai tulisan resensi Anda.
S. Contoh Resensi
Contoh Resensi Novel
- Identitas buku
Judul
: Dealova
Penulis : Dian
Nuranindya
Penerbit : PT. Gramedia
Pustaka Utama
Halaman : 304 halaman
Cetakan : 12 tahun 2005
ISBN
: 979-22-0760-0
- Petinjau
Pada awalnya novel ini hanya sekedar honi menulis saja dan
selalu ingin mencoba hal-hal yang baru. Penulis mulai mengwali menulisnya
dimasa SMP yang belum sempat terselesaikan dan sempat berhenti beberapa
tahun,hingga penulis mempunyai keinginan untuk meneruskan tulisannya lagi di
masa SMU. Cerita dalam novel ini merupakan imajinasi dari penulis sendiri.
Tulisan ini kemudian dikiramkan kesalah satu penerbit, kemudian tanpa diduga
novelnya diterbitkan dan menjadi novel best seller ditahun 2005. Novel ini juga
diangkat ke layar lebar pada tahun 2007.
- Isi
- Unsur instrinsik
- Tema
Tema yang terdapat dalam novel ini mengenai percintaan
masa remaja
- Alur dan tema cerita
Alur atau plot yang terdapat dalam novel ini adalah alur
maju . misalnya dalam kalimat “esok harinya,kedua orangtua Dira datang ke rumah
sakit.”
- Latar atau seting
Latar atau seting yang terdapat dalam novel ini terdiri
dari latar tempat, latar waktu, latar suasana. Latar tempat meliputi sekolah,
rumah, lapangan basket.latar waktu meliputi pagi hari, siang hari, sore
hari, dan malam hari. Latar suasana dalam novel ini berselimut gejolak hati
para remaja yang berbaur dengan suasana suka dan duka.
Penokohan
- Karra :
baik,supel, cuek, ramah.
- Ibel : penuh
perhatian, ramah, baik, mudah bergaul, sabar.
- Dira : pintar,
sombong, kasar, egois, acuh tak acuh, dan penyayang.
- Finta : cerewet,
baik, penuh perhatian, centil.
- Iraz : penyayang
dan penyabar.
- Niki : cuek,
pencemburu dan egois.
- Dio : pintar,
baik, dan sabar.
Tokoh tambahan : Abe, Amanda, Stanie, Rio, Aji, Orang tua
Karra, Bi Minah, Orang tua Dira, Dira,Adit, Orang tua Ibel, dan pak ketut.
- Sudut pandang
Sudut pandang dalam novel ini penulis sebagai orang ketiga
(penulis sebagai pencerita)
- Gaya penulisan
Gaya penulisan novel ini penulis cenderung menggunakan
bahasa sehari-hari yang dipakai oleh para remaja. Pengungkapan perasaan setiap
tokoh lebih banyak sesuai dengan karakter masing-masing tokoh.
- Amanat
Amanat yang ingin disampaikan novel Dealova ini adalah
harus saling menghargai pasangan, jangan terus larut dalam kesedihan, jangan
terlalu membenci seseorang, dan hidup harus selalu maju.
Unsur Ekstrinsik
- Nilai moral
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dilihat pada
masing-masing tokoh dalam cerita ini memiliki moral yang baik, tetapi ada
beberapa tokoh yang mempunyai moral kurang baik. Moral baik misalnya dalam
tokoh Karra yang selalu baik, dan ramah.
- Nilai social
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dibuktikan dari
tokoh Karra yang tidak membeda-bedakan orang dalam pertemanannya.
Kelebihan dan Kekurangan
- Kelebihan
Kelebihan dari novel ini adalah penulis benar-benar
jelas dalam menggambarkan suasana hati yang dialami masing-masing tokoh dengan
menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga dapat membuat pembaaca masuk
dalam cerita kemudian pembaca akan hanyut dalam isi cerita dan turut merasakan
perasaan tokoh tersebut
- Kekurangan
Kekungan dari novel ini hanya terdapat pada segi penggunaan
bahasa saja. Bahasa yang digunakan dalam novel ini mutlak bahasa remaja
sehari-hari, jadi kurang memberikan pengetahuan tambahan bagi pembaca dalam
aspek kosa kata.
Kesimpulan / synopsis
Novel dealova ini menceritakan tentang seorang gadis tomboy
dan jago main basket, dia bernama karra. Rambutnya panjang, tidak seperti
kebanyakan pemain basket yang lain. Dia memiliki wajah yang manis dan seorang
yang santai. Tapi kalu karra marah, semuanya bisa jadi gawat darurat.
Karra sangat beruntung, karena selain dia mempunyai seorang
kakak lakilki yang sangat menyayanginya-namanya Iraz, teman-teman Iraz juga
perhatian kepada Karra. Terutama teman Iraz yang namanya Ibel, laki-laki yang
jago main gitar dan menyukai warna biru. Ketika Iraz harus melanjutkan studinya
ke New York, Iraz mempercayakan karra kepada Ibel untuk menjaga adiknya.
Selama dengan Ibel, Karra menganggapnya hanya sebagai kakak
saja. Setiap perhatian lebih yang diberikan Ibel kepada karra selalu ditanggapi
dengan sikap biasa dan wajar layaknya seorang kakak yang memperlkukan adiknya
dengan penuh perhatian. Di sisi lain, Karra disukai oleh Dira, seorang siswa
baru di sekolahnya yang juga sma-sama jago main basket. Sikap Dira yang selalu
membuat Karraa kesal dan marah secara tidak sadar telah menghipnotisnya untuk
selalu berada dekat dengan Dira. Walaupun sering membuat Karra kesal, tetapi
karra merasa kehilangan.
T.
Pengertian Book Report
Book report adalah semacam buku laporan berisi tentang
catatan2/kegiatan. gunanya untuk memberi tahu dan merekap semua kejadian bila
suatu waktu diperlukan.
U.
Contoh Book Report
A. Identitas Buku
Judul
Buku
: Mengenal Psikopat
Penulis
: Neneng Tati Sumiati dan Engkin Zainal Muttaqin
Penerbit
: Studia Press
Tahun Terbit
: Cetakan
Pertama, April 2007
Tebal
Halaman : 103
hal
B. Uraian Isi
Buku
Buku ini dibagi menjadi VI BAB yang masing-masing bab membahas
secara spesifik perilaku psikopat. Di bab I membicarakan tentang fenomena
perilaku kekerasan yang semakin hari semakin meningkat dan terjadi diberbagai
tempat baik di dalam rumah, di kantor, maupun dijalanan. Hal-hal yang mungkin
bisa dianggap sepele akan tetapi ternyata dapat membuat orang bertindak menjadi
tak terkendali, menyerang, melukai, bahkan membunuh orang lain yang dianggap
mengganggu atau menghalangi tujuannya. Kalau kita renungkan memang banyak
faktor-faktor yang potensial menyebabkan orang tidak lagi mengindahkan aturan dan
norma yang berlaku dimasyarakat dari mulai faktor individu sampai faktor-faktor
yang terdapat dalam lingkungan. Banyak usaha yang telah dilakukan untuk
memahami hal tersebut dari berbagai sudut pandang, apa sebenarnya yang
melatarbelakangi perilaku tersebut. Bila kita mengurut latar belakang yang
menyebabkan seseorang bertindak atau bertingkah laku tertentu pada situasi
tertentu maka akan bermuara pada apa yang kita kenal dengan istilah
kepribadian.
Selanjutnya di bab II menjelaskan tentang kepribadian itu
sendiri. Menurut Hall dan Lindzey (1957), mengatakan bahwa kepribadian dapat
ditunjukkan dengan adanya keteraturan dan kesesuaian tingkah laku yang
ditunjukkan seseorang berbagai situasi. Tingkah laku dan sifat-sifat seseorang
yang ada dalam kepribadian seseorang memiliki sejarah masa lalu. Dengan
kepribadian seseorang yang terekspresi/terbentuk melalui tingkah laku tidak
hanya sebagai reaksi atas stimulus yang hadir saat tingkah laku muncul,
melainkan juga terpengaruh oleh masa lalu.
Bab III menjelaskan tentang kepribadian yang
normal dan abnormal, untuk menentukan kepribadian yang normal dan abnormal ada
berbagai kriteria, menurut Theodore Millon bahwa individu dapat dikatakan
memiliki kepribadian normal dan sehat harus memenuhi criteria sebagai berikut:
1) Kemampuan untuk mengatasi lingkungan dengan cara yang fleksibel dan adaptif,
2) Mempersepsi diri dan lingkungan dengan cara yang konstruktif, 3) Pola-pola
tingkah laku nyata yang konsisten dan cenderung menghasilkan sesuatu yang
menyehatkan. Sebaliknya individu dikatakan memiliki kepribadian abnormal dan
tidak sehat ditunjukkan dengan criteria sebagai berikut: 1) Upaya mengatasi
tanggung jawab dan hubungan sehari-hari dengan tingkah laku maladaptive dan bersifat kaku, 2) Menyalahkan diri
dan lingkungan, 3) Pola-pola tingkah lakunya menunjukkan sesuatu yang tidak
sehat.
Kemudian di bab IV dijelaskan mengenai
penyebab gangguan kepribadian. Adapun yang menjadi penyebab gangguan
kepribadian adalah pertama Faktor biologis dengan dasar yang mempengaruhi perkembangan
kepribadian adalah faktor herediter dan faktor prenatal. Selain itu faktor
kedua adalah faktor bioenvironmental yaitu
adanya interaksi yang saling mempengaruhi antar faktor biologis dan lingkungan
untuk menciptakan seperangkat kemampuan yang mempengaruhi perkembangan
kepribadian.
Bab V yaitu menjelaskan mengenai gambaran gangguan kepribadian
anti sosial. Masalah abnormalitas, penyimpangan atau gangguan kepribadian
adalah masalah yang timbul karena perbedaan yang besar anata perilaku dan norma
sosial yang berlaku, dengan ditandai oleh: a) bersikap tidak peduli dengan
perasaan orang lain, b) sikap yang amat tidak bertanggungjawab dan menetap dan
tidak peduli terhadap norma, peraturan dan kewajiban sosial, c) tidak mamu
untuk mempertahankan hubungan agar berlangsung lama, meskipun tidak ada
kesulitan untuk mengembangkannya, d) mudah menjadi frustasi dan bertindak
agresif, termasuk tindak kekerasan, e) tidak mampu untuk menerima kesalahan dan
belajar dari pengalaman, terutama dari hukuman, f) sangat cenderung untuk
menyalahkan orang lain, atau menawarkan rasionalisasi yang dapat diterima,
untuk perilaku yang telah membawa pasien dalam konflik sosial.
Bab VI atau bab yang terakhir dalam buku ini menjelaskan tentang
latar belakang timbulnya gangguan kepribadian antisosial. Faktor yang
mempengaruhi pembentukan kepribadian tidak bersifat tunggal, melainkan bersifat
kompleks dalam arti bahwa untuk memahami kepribadian dan gangguannya kita perlu
melihat seseorang sebagai makhluk yang unik, maka konsekuensinya dalam menilai
dan menentukan gangguan kepribadian antisocial serta penyebab-penyebabnya perlu
dilihat kasus per kasus atau dengan kata lain kita harus melihatnya secara
kasuistik.
C.Penutup
Tindakan-tindakan kekerasan maupun tindakan-tindakan yang
melanggar hokum, etika dan agama yang dilakukan seseorang kepada orang lain
dapat dengan mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Contoh terdekat
adalah kasus meninggalnya anak seni musik UPI angkatan 2007 yang bernama Andri,
beliau meninggal dunia akibat ditusuk oleh sekelompok orang ketika pulang
mengisi acara tahun baru
V. Pengertian Skripsi
Skripsi
atau tugas akhir adalah istilah yang di gunakan di Indonesia untuk mendapatkan
gelar sarjana dari perguruan tinggi. Skripsi suatu karya untuk menghasilkan
ilmu pengetahuan atau sesuatu yang dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah
dan di kerjakan menurut aturan dan tata cara tertentu. Tujuan skripsi secara
umum bertujuan untuk mengembangkan ilmu dari berbagai pengetahuan yang telah di
pelajari selama bangku perkuliahan. Mahasiswa wajib menulis skripsi selain
untuk syarat kelulusan juga untuk memberi pengetahuan dan ketrampilannya dalam
menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan ilmu yang sedang di tulisnya.
W.
Tesis
Tesis
adalah tugas akhir jenjang magister (S2). Thesis salah satu karya ilmiah
tertulis yang disusun secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris
untuk dijadikan bahan kajian akademis. Tesis merupakan pernyataan atau teori
yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari
studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan,
analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan
rekomendasi.
X. Disertasi
Disertasi Disertasi
adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam penyelesaian
program S3. Disertasi merupakan bukti kemampuan mahasiswa dalam melakukan
penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam program ilmu yang di
pilih seorang mahasiswa S3.
Y. Perbedaan Skripsi, Tesis,
dan Disertasi
|
No
|
Aspek
|
Skripsi
|
Tesis
|
Disertasi
|
|
1
|
Jenjang
|
S1
|
S2
|
S3
(tertinggi)
|
|
2
|
Permasalahan
|
Dapat
diangkat dari pengalaman empirik, tidak mendalam
|
Diangkat
dari pengalaman empirik, dan teoritik, bersifat mendalam
|
Diangkat
dari kajian teoritik
yang
didukung fakta empirik, bersifat sangat mendalam
|
|
3
|
Kemandirian penulis
|
60%
peran penulis, 40% pembimbing
|
80%
peran penulis, 20% pembimbing
|
90%
peran penulis, 10% pembimbing
|
|
4
|
Bobot Ilmiah
|
Rendah
– sedang
|
Sedang
– tinggi. Pendalaman / pengembangan terhadap teori dan penelitian yang
ada
|
Tinggi,
Tertinggi dibidang akademik. Diwajibkan mencari
terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
|
|
5
|
Pemaparan
|
Dominan
deskriptif
|
Deskriptif
dan Analitis
|
Dominan
analitis
|
|
6
|
Model Analisis
|
Rendah
– sedang
|
Sedang
– tinggi
|
Tinggi
|
|
7
|
Jumlah rumusan masalah
|
Sekitar
1-2
|
Minimal
3
|
Lebih
dari 3
|
|
8
|
Metode / Uji statistic
|
Biasanya
memakai uji Kualitatif / Uji deskriptif, Uji statistik parametrik (uji 1
pihak, 2 pihak), atau Statistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat,
run test), uji hipotesis komparatif, uji hipotesis asosiatif, Korelasi,
Regresi, Uji beda, Uji Chi Square, dll
|
Biasanya
memakai uji Kualitatif lanjut / regresi ganda, atau
korelasi ganda, mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data
panel, persamaan simultan, regresi logistic, Log linier analisis,
ekonometrika static & dinamik, time series ekonometrik) Path analysis,
SEM
|
Sama
dengan tesis dengan metode lebih kompleks, berbobot yang bertujuan mencari
terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
|
|
9
|
Jenjang Pembimbing /
Penguji
|
Minimal
Magister
|
Minimal
Doktor dan Magister yang berpengalaman
|
Minimal
Profesor dan Doktor yang berpengalaman
|
|
10
|
Orisinalitas
penelitian
|
Bisa
replika penelitian orang lain, tempat kasus berbeda
|
Mengutamakan
orisinalitas
|
Harus
orisinil
|
|
11
|
Penemuan hal-hal yang
baru
|
Tidak
harus
|
Diutamakan
|
Diharuskan
|
|
12
|
Publikasi hasil
penelitian
|
Kampus
Internal dan disarankan nasional
|
Minimal
Nasional
|
Nasional
dan Internasional
|
|
13
|
Jumlah rujukan /
daftar pustaka
|
Minimal
20
|
Minimal
40
|
Minimal
60
|
|
14
|
Metode / Program
statistik yang biasa digunakan
|
Kualitatif
/ Manual, Excel, SPSS dll
|
Kualitatif
lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
|
Kualitatif
lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
|
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
·
Macam – macam Kekeliiruan dalam Berfikir Ada 3 Jenis
yaitu : Kekeliruan Formal, Kekeliruan Informal, Kekeliruan Penggunaan Bahasa.
·
Makalah
adalah karya ilmiah membahas sebuah permasalahan dan pembahasannya berdasarkan
analisis secara objektif yang ditulis oleh seseorang atau kelompok. Makalah
biasanya dipresentasikan dalam perkuliahan, seminar, ataupun simposium.
Jenis- Jenis Makalah : Deduktif, Induktif, dan Campuran.
Ciri/ karakteristik makalah yaitu makalah merupakan hasil
kajian atau literatur, makalah mendemontrasikan pemahaman penulis atau kelompok
yang membuatnya tentang permasalahan teorik, menunjukkan pemahaman penulis atau
kelompok yang membuatnya atas isi dari berbagai sumber.
Susunan Makalah : Halaman muka/ Cover, Kata Pengantar,
Daftar Isi, Pendahuluan, Pembahasan, Kesimpulan, Daftar Pustaka, dan Lampiran.
·
Secara
umum resume adalah sebuah data dokumen yang di dalamnya berisikan rangkuman
dari pengalaman, keahlian, dan pendidikan seseorang yang ditulis tidak lebih
dari dua halaman. Data-data tersebut harus disusun dengan teratur dan rapi agar
mampu menarik perhatian pembacanya.
Perbedaan Resume dan CV : Pada
umumnya CV ditulis dalam bentuk kronologis. Intinya kalau CV itu hanya perlu
menambahkan data terbaru mengenai riwayat pekerjaan. Kamu juga bisa memodifikasi
tulisan di dalam surat lamaran, Sedangkan resume hanya berisi tentang keahlian, pendidikan,
pengalaman kerja, atau pengalaman dalam berorganisasi yang benar-benar
relevan dan sesuai dengan posisi pekerjaan yang akan dilamar.
·
Pengertian Resensi Kata resensi ini berasal dari
bahasa Belanda “recensie” yang berarti membicarakan dan menilai/beorordelend en bespoken.
Dari makna inilah, maka media cetak Belanda menyediakan halaman atau kolom khusus
sebagai wadah pembicaraan buku ini (Lasa, 2006).
Unsur Resensi : Judul Resensi, Data Buku ( Judul buku,
Pengarang, Penerbit, tahun Terbit beserta cetakannya, tebal buku, harga buku),
pembukaan (lead), tubuh/isi, penutup resensi.
·
Book report adalah semacam buku laporan berisi tentang
catatan2/kegiatan. gunanya untuk memberi tahu dan merekap semua kejadian bila
suatu waktu diperlukan.
·
Skripsi
suatu karya untuk menghasilkan ilmu pengetahuan atau sesuatu yang dapat di
pertanggung jawabkan secara ilmiah dan di kerjakan menurut aturan dan tata cara
tertentu.
·
Tesis
merupakan pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk
dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis
mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan
kesimpulan serta mengajukan rekomendasi.
·
Disertasi
merupakan bukti kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berhubungan
dengan penemuan baru dalam program ilmu yang di pilih seorang mahasiswa S3.
DAFTAR PUSTAKA