Sabtu, 04 April 2020

Karya Ilmiah


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Membaca merupakan kegiatan yang sangat menunjang kegiatan menulis. Dengan banyak membaca, kita akan mempunyai banyak informasi, dan pengetahuan yang tidak kita dapat dari pengalaman sehari-hari. Dengan banyak membaca, kita juga akan banyak mendapat gagasan yang berguna untuk tulisan kita. Tulisan yang baik memberikan pengetahuan bagi pembacanya. Oleh karena itu, kalau kita ingin menghasilkan tulisan yang baik, kita perlu banyak membaca. Tidak mengherankan bahwa penulis yang baik banyak membaca.
Untuk menunjang membaca perlu adanya pengembangan daya nalarnya, mahasiswa biasanya dilibatkan dalam praktik penulisan ilmiah, yang harus didukung dengan referensi yang memadai. Untuk hal ini, mereka wajib membaca bahan-bahan rujukan secara kritis. Para mahasiswa peserta dilibatkan dalam kegiatan yang mendukung berkembangnya pemahaman tentang membaca kritis, kemudian dilibatkan dalam praktik membaca kritis tulisan atau artikel ilmiah, tulisan atau artikel popular dan buku ilmiah, serta bahan-bahan yang tersaji dalam internet. Produk dari praktik membaca kritis ini adalah rangkuman bahan yang dibaca dan komentar krisis mahasiswa terhadap gagasan dan konsep dalam bacaan terkait, kutipan-kutipan yang relevan.
Penulisan karya tulis ilmiah memerlukan persyarata baik formal maupun materiil. Persyaratan formal menyangkut kebiasaan yang harus diikui dalam penulisan, sedangkan persyaratan materiil menyangkut isi tulisan. Sebuah tulisan akan mudah dipahami dan menarik apabila isi dan cara penulisan yang memenuhi persyaratan dan kebiasaan umum. Dalam menulis sebuah karya ilmiah, tidak dapat digunakan pedoman dan aturan yang berlaku pada diri sendiri, tetapi pedoman dan aturan yang berlaku secara konvensional pada kelompok tertentu (Gillett 2003). Hal tesebut juga berlaku kepada semua jenis karya ilmiah.
Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis membahas secara rinci tentang karya ilmiah baik pengertian, mamfaat, criteria, jenis-jenis, sitematika dan lainya, yang semua itu untuk membantu para pembaca dalam memahami karya ilmiah tersebut.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud Macam-macam Kekeliruan dalam Berfikir ?
2.      Apa saja Macam Kekeliruan dalam Berfikir ?
3.      Apa yang dimaksud dengan Makalah ?
4.      Bagaiamana cara pembuatan makalah ?
5.      Apa yang dimaksud dengan Resume?
6.      Apa perbedaan Resume dengan CV?
7.      Apa yang dimaksud dengan Resensi ?
8.      Apa yang dimaksud Book Report ?
9.      Apa Yang di Maksud Dengan Skripsi, Tesis, dan Disertasi ?
10.  Apa Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi ?

C.    Tujuan
·         Mengetahui pengertian dari Macam-macam Kekeliruan dalam Berfikir, Makalah, Resume, Resensi, Book Report, dan Skripsi, Tesis, Disertasi
·         Mengetahui Cara membuatnya
·         Mengetahui Perbedaanya
·         Mengetahui Tujuan dan Fungsinya











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Macam – Macam Kekeliruan dalam Berfikir
            Meskipun disadari, definisi tidak  pernah dapat ditampilkan dengan  sempurna. Pengertian maupun maksud dari sesuatu yang dikandungnya, disamping setiap orang selalu berbeda gaya dalam mendefinisikan suatu masalah, pada setiap penyelidikan permulaan suatu ilmu sudah lazim dibuka dengan pembicaraan definisinya. Kebijaksanaan ini ditepuh, mengingat bahwa dalam keanekaragaman itu terdapat persamaan - persamaan prinsip yang dapat mengantarkan kepad garis besar masalah. Karena itu definisi yang bertugas sebagai pembuka pintu tidak tidak mengandung bahaya selama kita memandangnya sebagai tempat pengenalan semantara yang dapat digeser kearah kesempurnaan lebih lanjut.
Logika adalah bahasa latin berasal dari kata Logos yang berarti perkataan atau sabda.Istilah lain yang digunakan sebagai gantinya adalah Mantiq, kata Arab yang diambil dari kata kerja nataqa yang berarti berkata atau berucap.
            Dalam bahasa sehari – hari kita sering mendengar ungkapan serupa: alasannya tidak logis, logis,yang di maksud dengan  logis adalah masuk akal dan tidak logis adalah sebaliknya. Dlam buku Logic and Language of education mantiq disebutb sebagai “penyelidikan tentang dasar-dasar dan metode-metode berpikir benar”, sedangkan dalam kamus munjid disebut sebagai “hukum yang memelihara hati nurani dari kesalahan dalam berpikir” Prof.Thaib Tahrir A. Mui’in membatasi dengan “Ilmu untuk menggerakkan pikiran kepada jalan yang lurus dalam memperoleh suatu kebenaran”. Sedangkan Irving M Copi menyatakan: “Logika adalah ilmu yang mempelajari metode dan hukum- hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah”.
            Kata logika rupa-rupanya dipergunakan pertama kali oleh Zeno dari Citium, kaum Sofis, Sokrates dan Plato harus dicatat sebagai perintis lahirnya logika, Logika lahir atas jasa Aristoteles, Theoprostus dan kaum Stoa. 

B.     Macam-macam Kekeliruan dalam Berfikir
Ø  Kekeliruan Formal
1.      Fallacy of Four Term (kekeliruan karena menggunakan empat term)
Kekeliruan berpikir karena menggunakan empat term dalam silogisme. Ini terjadi karena term penengah diartikan ganda, sedangkan dalam patokan diharuskan hanya terdiri dari tiga term.
Seperti :
            Orang yang berbuat criminal harus dihukum
            Dia adalah seorang criminal
            Jadi, Dia harus dihukum
2.      Fallacy of Undistributed Middle (kekeliruan karena  kedua term penengah tidak mencakup)
Kekeliruan berpikirkarena tidak satupun dari kedua term  penengah mencakup,
Seperti:
Orang yang banyak tidur cantik, Dia Cantik sekali
          Karen itulah ia banyak tidur.
          Orang yang banyak bermain tampan, Dia tampan sekali
          Karena itulah ia banyak bermain.
3.      Fallacy of Illicit proses (Kekeliruan karena proses tidak benar)
Kekeliruan berpikir karena  term premis tidak mencakup (undistributed) tetapi dalam konklusi  mencakup,
Seperti :
Harimau adalah binatang, Gajah bukan Harimau,
Jadi ia bukan binatang.
Pria adalah manusia, Wanita bukan pria
Jadi, ia bukan manusia.
4.      Fallacy of two Negative Premises (Kekeliruan Karen menyimpulkan dari dua premis yang berbeda )
Apabila terjadi hal seperti itu sebenarnya tidak bisa ditarik konklusi.
Seperti:
Tidak satupun pejabat yang baik mudah dicari,
Pejabat A tidak mudah dicari,
Jadi, Pejabat A adalah baik.
5.      Fallacy of Affirming the Consequent (Kekeliruan karena mengakui akibat)
Kekeliruan berpikir dalam silogisme hipotetika Karena membenarkan akibat kemudian membenarkan pula sebabnya,
Seperti:
Bila Presiden A terpilih, Ekonomi akan lebih baik,
Sekarang ekonomi lebih baik,
Jadi Presiden A terpilih.
Bila matahari terbenam, malam akan datang
Sekarang matahari terbenam
Jadi, malam akan datang
6.      Fallacy of Denying Antecedent ( Kekeliruan karena menolak sebab )
Kekeliruan berpikir dalam silogisme hipotetika karena mengingkari sebab kemudian disimpulkan bahwa akibat juga tidak terlaksana,
Seperti:
Bila Presiden datang maka semua orang akan  mengerumuni,
Sekarang presiden tidak datang,
Jadi orang-orang tidak mengerumuni.
7.      Fullacy of Disjunction (Kekeliruan dalam bentuk Dissyungtif)
Kekeliruan berpikir terjadi dalam silogisme Disyungtif karena mengingkari alternatife pertama, kemudian membenarkan altenatif yang lain, padahal menurut patokan,pengingkaran alternative pertama bisa juga tidak terlaksananya alternatife lain, Seperti:
Ani pergi ke jepara atau ke kudus
Ternyata dia tidak ada di jepara
Berarti Ani ada di kudus, (Ani bisa tidak ada dijepara maupun di Kudus )
8.      Fallacy of Inconsistency (Kekeliruan karena tidak konsisten )
Kekeliruan berpikir karena tidak runtutnya pernyataan yang satu dengan pernyataan yang di akui sebelumnya,
Seperti :
            Semua proyek pembangunan gedung kampus sudah sempurna 100%,
            Hanya saja kita perlu melengkapi beberapa hal yang kurang.
            Tugas kuliah saya sudah sempurna
           Hanya saja saya harus melengkapi sedikit kekurangannya.


Ø  Kekeliruan Informal
1)      Fallacy of Hasty Generalization (Kekeliruan karena membuat Generalisasi yang terburu-buru )
Kekeliruan berpikir karena tergesa-gesa membuat generalisasi, yaitu mengambil kesimpulan umum dari kasus individual yang terlampau sedikit, sehingga kesimpulan yang ditarik melampaui batas lingkungannya,
Seperti :
            Dia seorang pejabat,mengapa korupsi ?
Kalau begitu pejabat itu korup.
Dia seorang yang cantik, mengapa sombong ?
Kalau begitu orang cantik memang sombong.
2)      Fallacy Of Forced Hypotesis ( Kekeliruan karena memaksakan Praduga )
Kekeliruan berpikir karena menetapkan kebenaran suatu dugaan,
Seperti :
            Seorang mahasiswa pergi ke kampus dengan wajah dan pakaian lusuh sekali, seorang temannya menyatakan bahwa itu semua adalah kebiasaan yang sering sekali dilakukan dalam kehidupanya, padahal sebenarnya wajah dan baju lusuh itu karena akibat sakit.
3)      Fallacy Of Begging the Question (Kekeliruan karena mengundan permasalahan)
Kekeliruan berpikir karena mengambil konklusi dari premis sebenarnya harus dahulu di buktikan kebenarannya,
Seperti:
            Pengacara X memang luar biasa hebatnya
(disini orang hendak membuktikan bahwa pengacara X memang hebat dengan banyaknya Clien, tanpa bukti kualitasnya diuji terlebih dahulu )
4)      Fallacy of Circular Argument (Kekeliruan karena menggunakan Argumen yang berputar )
Kekeliruan Karena menarik konklusi dari satu premis  kemudian konklusi tersebut dijadikan sebagai premis sedangkan premis semula dijadikan konklusi pada argument berikutnya, seperti:
            Prestasi kampus X semakin menurunkarena banyaknya mahasiswa yang malas
            Mengapa banyak mahasiswa yang malas ? karena prestasi kampus menurun.
5)      Fallacy of Argumentative leap (Kekeliruan karena berganti dasar )
Kekeliruan berpikir karena mengambil kesimpulan yang tidak diturunkan dari premisnya, jadi mengambil kesimpulan melompat dari dasar semula,
Seperti:
            Pantas jika ia mempunyai harta yang melimpah
            Karena ia tampan dan berpendidikan tinggi.
6)      Fallacy of Appealing to Authory ( kekeliruan karena mendasarkan pada Otoritas)
Kekeliruan berpikir karena mendarsarkan  diri pada kewibawaan atau kehormatan seseorang tetapi dipergunakan untuk permasalahan di luar otoritas ahli tersebut.
Seprti :
            Karangan cerpenmu sangat  fenomenal dan menarik,
Sebab Rudi Khoiruddin mengatakan demikian. (Rudi Khoiruddin adalah ahli dalam masalah masak dan makanan, bukan penulis yang hebat ).
7)      Fallacy of Appealing to Force ( Kekeliruan karena mendasarkan diri pada Kekuasaan )
Kekeliruan berpikir karena berargumen dengan kekuasaan yang dimiliki, seperti menolak pendapat atau arguman seseorang dengan menyatakan :
Anda masih saja membantah dan tidak terima pendapatku, kamu itu siapa dan sejak kapan kamu duduk sebagai anggota Dewan ?, aku ini sudah lebih lama dari pada kamu.
8)      Fallacy of Abusing  ( Kekeliruan karena menyerang pribadi )
Kekeliruan berpikir karena menolak argument yang di kemukakan seseorang dengan menyerang pribadi,
Seperti :
            Dia adalah seorang yang berkelakuan tidak baik dan sering merugikan banyak orang,
            Maka dari itu jangan sampai menerima ataupun setuju dengan pendapatnya.
9)      Fallacy of Ignorance (Kekeliruan karena kurang tahu )
Kekeliruan berpikir karena menganggap bila lawan bicaranya tidak dapat membuktikan kesalahan argumentasinya, dengan sendirinya argumentasi yang dikemukakannya benar, Seperti :
            Anda sudah berusaha berkali-kali untuk membuktikan kalau pendapat saya salah,
Tapi sampai sekarang belum mendapatkan hasil kalau saya salah, berarti pendapat saya memang benar.
10)  Fallacy of Complex Question (Kekeliruan karena pertanyaan yang ruwet )
Kekeliruan berpikir karena mengajukan pertanyan yang bersifat menjebak.
Seperti:
Sekarang kamu sudah tidak sering telat lagi ?, (penanya memastikan pengakuan bahwa yang di Tanya pernah datang telat ke sekolah ).
Fallacy of Oversimplification (Kekeliruan Karen alasan terlalu sederhana )
Kekeliruan berpikir karena berargumentasi dengan alasan yang tidak kuat atau tidak cukup bukti,Seperti:
            Dia adalah Mahasiswa paling pandai di kelasnya,
            Karena dia mempunyai banyak teman.
11)  Fallacy of Accident  (Kekeliruan karena menetapkan sifat )
Kekeliruan berpikir karena menetapkan sifat bukan keharusan yang ada pada suatu benda bahwa sifat itu tetap ada selamanya.
            Bahan hidangan untuk pesta besok sudah dibeli tadi pagi
            Bahan hidangan untuk pesta yang dibeli tadi pagi sudah busuk
            Jadi, hidangan untuk pesta sekarang sudah busuk
12)  Fallacy of Irrelevant Argument (Kekeliruan karena argument yang tidak lerevan).
Kekeliruan berpikir karena mengajukan argument yang tidak ada hubungannya dengan masalah yang jadi pokok pembicaraan.
Seperti :
            Manusia itu lebih berbahaya dari pada Singa,
            Karena pembunuhan serinh dilakukan manusia dari pada singa.
13)  Fallacy of False Analogy ( Kekeliruan karena salah mengambil Analogi )
Kekeliruan berpikir karena menganalogikan dua permasalahan yang kelihatannya mirip, tetapi sebenarnya berbeda secara  mendasar.
Seperti :
Mahluk hidup membutuhkan makanan untuk tetap hidup,
Kalau begitu motor juga perlu bensin untuk dapat hidup
14)  Fallacy of Appealing to Pity (Kekeliruan karena mengundang belas kasih )
Kekeliruan berpikir karena menggunakan uraian yang sengaja menarik belas kasihan untuk mendapatkan konklusi yang di harapkan.
Seperti :
            Saya seharusnya membuka permasalahan yang cukup rahasia ini didepan umum, tapi saya sangat kasihan dengan keadaan mu sakarang, demi anak- anakmu yang masih kecil.

Ø  Kekeliruan Karena Penggunaan Bahasa
1.  Fallacy of Composition (Kekeliruan karena komposisi )
Kekeliruan berpikir karena menetapkan sifat yang ada pada bagian untukn menyifati  keseluruhannya.
Seperti :
            Setiap Mahasiswa siap untuk berdemo,
            Maka keseluruhan mahasiswa sudah siap berdemo.
2. Fallacy of Division (Kekeliruan dalam pembagian )
Kekeliruan berpikir karena menetapkan sifat yang ada pada keseluruhannya, maka demikian juga setiap bagiannya.
Seperti :
Hotel itu dibangun dengan biaya yang mahal,
            Tentulah harga sewa tiap kamar juga mahal.
3.  Fallacy of Accent (Kekeliruan karena Tekanan )
Kekeliruan berpikir karena kekeliruan memberikan tekanan dalam pengucapan.
Seperti :
Kawan saya makan, (yang hendak dimaksud adalahpembicara member tahu pada kawannya bahwa ia sedang makan ).
4.  Fallacy of Amphiboly (Kekeliruan karena Amfiboly )
Kekliruan berpikir karena menggunakan susunan kalimat yang dapat di tafsirkan berbeda- beda.
Seperti :
            Seorang anak muda datang pada seorang dukun dan meminta untuk menunjukkan masa depanya apakah bagus atau malah susah dengan tanpa berusaha, Dukun menjawab : Anda akan mendapatkan pelajaran dan hikmah yang besar. Atas jawaban yang diberikan dukun dia sangat puas dan yakin bahwa hidupnya nanti akan baik tanpa ada gangguan sedikitpun, ternyata ia malah hidup menderita setelah beberapa hari datang pada dukun, setelah ia kembali pada dukun untuk menanyakan mengapa ramalannya salah, dukun itu kemudian menjawab : aku benar sebab dengan tanpa usaha hidup seseorang tidak akan berubah apalagi baik.
5. Fallacy of Equivocation ( Kekeliruan karena menggunakan kata dalam beberapa Arti )
 Kekeliruan berpikir karena menggunakan kata yang sama dengan arti lebih dari satu Seperti :
            Menulis adalah salah satu dari bentuk belajar,
            Maka membaca adalah salah satu bentuk belajar. 
            Berbuat baik adalah salah salah satu bentuk ibadah
            Maka sholat adalah salah satu bentuk ibadah.   
C.    Pengertian Makalah
Makalah adalah karya ilmiah membahas sebuah permasalahan dan pembahasannya berdasarkan analisis secara objektif yang ditulis oleh seseorang atau kelompok. Makalah biasanya dipresentasikan dalam perkuliahan, seminar, ataupun simposium.
Dalam penyusunannya, makalah dibuat dengan menggunakan bahasa baku disertai istilah-istilah keilmuan bergantung bidang ilmu tertentu. Data yang digunakan dalam makalah bersifat empiris-objektif sehingga pemaparannya jauh dari sudut pandang subjektif dari penulisnya atau kelompok yang menyusunnya.
D.    Jenis-Jenis Makalah
Jenis-jenis makalah terbagi menjadi tiga jenis, yakni makalah deduktif, induktif, dan campuran. Makalah deduktif adalah makalah yang ditulis berdasarkan kajian teoritis. Makalah ini mengedepankan analisis dengan menggunakan berbagai sumber referensi yang relevan untuk menganalisis permasalahan yang diangkat.
Jenis kedua ialah makalah induktif. Secara sederhana, makalah induktif adalah makalah yang disusun berdasarkan data empiris dan diperoleh dari kajian turun langsung ke lapangan. Data yang didapat dari kegiatan penelitian langsung ke lapangan itu digunakan untuk membuat analisis objektif terhadap permasalahan dalam makalah tersebut. Penggunaan data itu harus dipilah berdasarkan tingkat relevansinya.
Dan, jenis ketiga ialah makalah campuran. Definisi dari makalah campuran adalah makalah yang ditulis berdasarkan kajian teoritis sekaligus data empiris yang didapat dari penelitian lapangan. Dengan kata lain, makalah jenis ini merupakan penggabungan makalah jenis deduktif dan induktif.

E.     Ciri-Ciri atau Karakteristik Makalah
Makalah memiliki beberapa ciri atau karakteristik, yaitu pertama, makalah merupakan hasil kajian literatur dan/atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan dari cakupan permasalahan yang diangkat di dalamnya.
Ciri kedua, makalah mendemonstrasikan pemahaman penulis atau kelompok yang membuatnya tentang permasalahan teoritik atau sebagai sarana penerapan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan topik permasalahan. Lalu, ciri ketiga ialah menunjukkan pemahaman penulis atau kelompok yang membuatnya atas isi dari berbagai sumber yang digunakan dalam penyusunannya.
Dan ciri keempat, makalah mendemonstrasikan kemampuan penulis meramu berbagai sumber informasi dalam suatu sintesis yang utuh. Jadi, dengan kata lain, makalah merupakan sebuah bentuk hasil pemaparan pemikiran penulis atau kelompok yang membuatnya dalam memahami suatu topik masalah tertentu.
F.     Susunan Makalah
Makalah disusun berdasarkan beberapa struktur. Secara umum, struktur tersebut di antaranya adalah:
  1. Halaman muka
Halaman muka atau cover berisikan judul makalah, logo instansi atau lembaga tempat makalah itu dibuat, nama penulisnya, tempat pembuatan makalah, dan bulan serta tahun pembuatannya. Fungsi dari halaman muka ini ialah sebagai perwajahan dari makalah. Jadi, pembaca bisa mengetahui topik yang dibahas, lembaga apa yang menerbitkan, siapa penulisnya, dan di mana dan kapan makalah itu dibuat.
  1. Kata Pengantar
    Kata pengantar merupakan bagian yang berisikan kendala yang dihadapi penulis dalam menulis makalah dan ungkapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantunya menyelesaikan makalah tersebut. Bagian ini bisa dikatakan bagian ramah-tamah penulis sebelum masuk ke pokok pembahasan makalah.
  2. Daftar isi
    Daftar isi berisikan poin-poin yang terdapat di dalam makalah. Fungsi dari daftar isi ialah untuk memudahkan pembaca mencari poin penting yang ingin dibaca.
  3. Bagian pendahuluan
    Bagian pendahuluan atau umumnya dikenal dengan “Bab 1” merupakan salah satu dari tiga bagian penting dalam sebuah karya ilmiah. Pendahuluan berisikan latar belakang pembuatan makalah, permasalahan yang diangkat, tujuan penulisan makalah, teori yang digunakan, dan sistematika penulisan makalah tersebut. Bagian pendahuluan ini penting karena pada bagian ini menjelaskan latar belakang mengapa penulis memilih topik permasalahan sebagai pembahasan dan tujuan dia menuliskan makalah tersebut.Bila tidak dijelaskan, makalah tersebut dapat dianggap sebagai sebuah tulisan asal-asalan yang tidak memiliki tujuan jelas. Jadi, kalau kamu ingin tahu seberapa penting topik permasalahan yang diangkat dalam suatu makalah maka kamu harus membaca bagian pendahuluannya.
  4. Bagian isi dan pembahasan
    Lalu, bagian penting kedua ialah bagian isi dan pembahasan. Pada bagian ini terdapat isi dan pembahasan dari topik permasalahan yang diangkat oleh penulis. Kamu akan mendapati langkah-langkah pembedahan masalah yang dilakukan penulis makalah dalam bagian ini. Biasanya, bagian ini ditulis dalam satu bab dan terkadang bisa lebih bergantung seberapa pelik permasalahan yang diangkat.
  5. Bagian kesimpulan, daftar pustaka, dan lampiran.
    Bagian penting ketiga ialah bagian kesimpulan. Bagian tersebut berisikan kesimpulan penelitian dari makalah. Dalam bagian kesimpulan, kamu akan mendapati apa hasil dari penelitian yang dilakukan penulis dalam makalahnya.
  6. Daftar Pustaka
    Setelah tiga bagian penting tersebut, struktur umum makalah selanjutnya ialah daftar pustaka. Bagian ini berisikan berbagai referensi yang digunakan oleh pembuat makalah untuk menganalisis atau mengupas topik permasalahn. Referensi itu bisa berasal dari buku, majalah, website, laporan, wawancara, dan lain sebagainya.
    Bagian ini wajib ada dalam makalah untuk menunjukkan sisi objektifitas dari makalah tersebut. Dengan kata lain, daftar pustaka itu memperlihatkan bahwa penulis membahas topik permasalahan menggunakan sudut pandang objektif dan bukan dari sisi subjektifitasnya karena menggunakan berbagai referensi pendukung.
  7. Lampiran
Bagian struktur terakhir makalah ialah lampiran. Pada bagian lampiran berisikan data-data pendukung makalah. Data pendukung itu meliputi bukti foto penelitian lapangan, cuplikan sumber data, bentuk kuesioner untuk survei lapangan, dan lain sebagainya. Bagian ini bisa ada dan juga tidak. Hal itu bergantung seberapa perlu data pendukung dimasukkan dalam makalah.

G.    Pengertian Resume
Secara umum resume adalah sebuah data dokumen yang di dalamnya berisikan rangkuman dari pengalaman, keahlian, dan pendidikan seseorang yang ditulis tidak lebih dari dua halaman. Data-data tersebut harus disusun dengan teratur dan rapi agar mampu menarik perhatian pembacanya.
Adapun tujuan dituliskan resume ini yaitu untuk media penyampaian kualifikasi seseorang secara singkat, padat, dan jelas. Sehingga tidak sulit dipahami oleh si pembaca.

H.    Perbedaan Resume dan CV


Dua hal ini merupakan persyaratan penting dan senjata wajib yang harus dibawa ketika kamu akan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Meski begitu, beberapa orang masih meremehkan hal ini, entah karena tidak tahu atau malas membuatnya.

Curriculum Vitae (CV)

Curriculum Vitae (CV) atau biasa disebut dengan daftar riwayat hidup adalah sebuah dokumen yang menerangkan secara rinci si pelamar, mulai dari tanggal lahir, pengalaman kerja, deskripsi pekerjaan, hingga pengalaman profesi, serta bidang akademik.
Pada umumnya CV ditulis dalam bentuk kronologis. Intinya kalau CV itu hanya perlu menambahkan data terbaru mengenai riwayat pekerjaan. Kamu juga bisa memodifikasi tulisan di dalam surat lamaran.
Dalam penulisan CV tidak ada batasan maksimal halamannya. Berbeda dengan resume.

Resume Adalah

Sedangkan resume hanya berisi tentang keahlian, pendidikan, pengalaman kerja, atau pengalaman dalam berorganisasi yang benar-benar relevan dan sesuai dengan posisi pekerjaan yang akan dilamar.
Di Amerika, CV biasa digunakan untuk kepentingan akademik seperti pengajuan proposal, permohonan beasiswa, dan semisalnya. Sedangkan resume dipakai untuk dunia kerja karena lebih ringkas dan jelas.
Sedangkan di Asia Timur, Tengah, dan sebagian Eropa CV digunakan untuk kepentingan akademik dan juga sebagai sarana melamar pekerjaan. Karena itu lah timbul pertanyaan, terus saya harus memakai yang mana?
Jawabannya adalah, pilih sesuai permintaan perusahaan, jika kamu malas nulis panjang resume adalah pilihan terbaik.

I.       Contoh Resume


Setiap orang mungkin saja bisa menuliskan resume untuk dirinya, namun sangat jarang yang mampu membuatnya dengan baik dan profesional. Di Amerika dan Eropa terdapat banyak lembaga khusus yang menawarkan jasa pembuatan resume dan pelatihan pembuatan resume untuk para profesional muda.
Bagi mereka, data resume merupakan sebuah arsip yang begitu berharga karena data yang dituangkan harus jujur dan sangat teliti. Untuk mendapatkan resume yang bagus tentu dibutuhkan sedikit pengalaman atau contoh resume yang bagus dan pro.
Berikut ini akan saya berikan beberapa contoh resume bahasa Indonesia dan Inggris. Simak contohnya.

Contoh Resume Bahasa Indonesia

RESUME
[..Nama Lengkap..]
[..Alamat Lengkap..]
[..Nomor Telephon..]
[..Email..]
Data Pribadi
Tempat Tanggal Lahir :
Status :
Harapan Gaji :
Pendidikan
Kampus / Jurusan :
Lulus :
Kursus
Komputer (Microsoft Exel, Word, Corel Draw, Power Point, dan Internet) 1996
Bahasa Inggris (Conversation) 1994
Pengalaman Kerja
PT. Airlangga Setia Sentosa – Manager Marketing 2000 – 2008
Royal Laudry – Staf CEO 1999 – 2017
Penghargaan
Karyawan terbaik di PT. Airlangga Setia Sentosa pada tahun 2000 – 2008
Contoh Resume Bahasa Inggris
[..Name..]
[..Adress..]
[..Telephone/HP..]
[..Email..]
Academic Qualification
Got a bachelor degre in commerce ini […..] from […..] University.
Completed a public administrtion certificate course ini […..]
Extra Activities
Have been directly associated with the administrative sevices by working with scial organizations and contributing in unearthing the perpetuated social problems through my write ups, articles and journals.
Rundimentary stage of the employement or Intership.
Worked as a receptionist cum telephone operator in a print media till 1 and half years.
Served telecoms company to promote its mobile phones in the competitive world market bringing a huge profit to it.
Efficiency
Have made a remarkable contribution in producing a documentary film to be screened on how to improve the living standard by adopting some aspecific tips.
Professional Experience
Currently serving an oil producing company […..] since [….] as an […..].
Have adopted several market strategis to argument its production and sales on the basis of a balance maintaining between supply and demand.
Mooted out a formula to reduce its maximum budget getting siphoned off regularly on trivial advertisings.
In […..] by joining a software company as an assistant production manager analyzed financial and statistical data and revived current and fixeed assts, liabilities, revenues, and expenses.
Resume Bahasa Inggris
[…Name…]
[…Address..]
[…Telephone/HP…]
\
[…E-mail…]
Objektive
To hold the position of Senior Accountant Resume for an excellent career in the field of Accountancy.
Personal Profile
Own a better knowledge in the management of A/R, A/P Accounts.
Capable of converting the data on high tech system to keep the informations at a click away distance and prossessing a unique power of keeping all the account administration under control.
Professional Expeince
– FG Finance Group, […..]- Presently serving
– Accountant
Controlled the company’s entire financial system lookng after Peroidan and General Reconciliation, Cash flow and management.
Maintained the gneral ledger system, oversaw the month end and year end audit repots, financial report, budgets and variance analysis.
Performed bookkeeping jobs, apart from debtors, contract payments, payroll, management accounts and profit and loss by flights.
– GHF Limited, Canada, [….-…..]
– Assistant Accountant
Maintained the operations of the accounts payable systems with vendors.
Maintained the capital assets, handled the depreciation schedules and reconciliation of financial institutes.
Educatin
Graduation in MBA.
Skills
Controlling and managing power with softest touch of suggestions, instructions and maifestation of the norms. Computer skilled and best command over the language.

J.      Langkah-langkah Membuat Resume yang Baik

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kamu akan menulis sebuah resume, antara lain yaitu:
  • Pilih MS Word, tujuannya untuk mempermudah kamu dan HRD, usahakan tidak terlalu panjang, buatlah tulisan singkat, padat, da jelas.
  • Pada bagian pertama, isi data diri dengan benar, setidaknya ada nama lengkap, nomor telephone, alamat, dan email aktif.
  • Tulis riwayat pendidikan lengkap dengan kualifikasinya (jurusan).
  • Tulis pengalaman kerja lengkap dengan jabatan kamu saat bekerja dan apa saja yang dibebankan kepada kamu (tanggugjawab).
  • Sebelum mengakhiri, cek terlebih dahulu setiap kalimat atau ejaan dalam setiap resume yang kamu buat (pastikan tidak ada kesalahan di dalamnya).
  • Terakhir, perhatikan juga permntaan HRD, apabila kamu tidak diminta fotocopy referensi atau sertifikat, kamu tidak peru menyertakannya. Hal ini bisa kamu bawa nanti ketika ada
  • panggilan wawancara kerja.

Perhatikan Juga Hal Berikut

  1. Membaca teks atau naskah asli
  2. Menentukan dan mencatat gagasan utama
  3. Mulai menulis ringkasan (resume)
  4. Membaca kembali ringkasan yang telah dibuat

K.    Pengertian Resensi Secara Umum

Kata resensi ini berasal dari bahasa Belanda “recensie” yang berarti membicarakan dan menilai/beorordelend en bespoken. Dari makna inilah, maka media cetak Belanda menyediakan halaman atau kolom khusus sebagai wadah pembicaraan buku ini (Lasa, 2006).

Pengertian Resensi Menurut Para Ahli

Menurut Sitepu (2013), dikaji secara etimologi dari bahasa Latin (recensere atau revidere) dan bahasa Inggris (review), resensi mengandung makna dasar “memeriksa, mencermati, meninjau atau melihat kembali” sesuatu. Dengan pengertian dasar yang demikian, objek resensi tidak hanya terbatas pada buku tetapi dapat berupa film, drama, pameran, dan berbagai bentuk/tampilan tulisan.
Menurut (gorys keraf , 1994;274) – Resensi didefinisikan sebagai sebuah tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku.
Menurut Yus Rusyana (1996:1) – memberikan definisi bahwa resensi adalah tulisan mengenai buku pengetahuan, sastra, kamus, ensiklopedia, dan sebagainya yang mengikhtisarkan, menggambarkan, menjelaskan, dan menilai buku
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI (1991) resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan buku, atau ulasan buku yang baru saja terbit. Sedangkan Gorys Keraf mendefinisikan resensi sebagai ”Suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku” (Keraf, 2001). Dari pengertian tersebut muncul istilah lain dari kata resensi yaitu kata pertimbangan buku, pembicaraan buku, dan ulasan buku.
L.     Syarat Penyusunan Resensi
Ada beberapa syarat dal menyusun resensi antara lain :
  1. Ada data buku, meliputi nama pengarang, penerbit, tahun terbit dan tebal buku.
  2. Pendahuluannya berisi perbandingan dengan karya sebelumnya, biografi pengarang, atau hal yang berhubungan dengan tema atau isi.
  3. Ada ulasan singkat terhadap buku tersebut.
  4. Harus bermanfaat dan kepada siapa manfaat itu ditujukan.
M.   Tujuan Resensi
Meresensi suatu buku mempunyai tujuan nya yaitu sebagai berikut :
  • Agar bisa memberikan sebuah pemahaman & informasi secara komprehensif kepada suatu masyarakat atau sih pembaca tentang isi buku yang diresensi nya.
  • Mengajak sih pembaca agar mendiskusikan dan memikirkan lebih jauh tentang apa masalah yang diangkat yang ada di dalam buku tersebut.
  • Agar memberikan suatu pertimbangan kepada sih pembaca tentang pantas atau tidaknya buku itu untuk dibaca atau diterbitkan.
  • Agar memberikan suatu jawaban mengenai sebuah pertanyaan-pertanyaan dari pembaca ketika buku baru diterbitkan.
  • Memberikan sugesti kepada pembaca, apakah sebuah buku atau film patut dibaca atau ditonton
  • Melukiskan dan memaparkan pendapatnya melalui sebuah pertimbangan atau penilaian
  • Memberikan kriteria-kriteria yang jelas dalam mengemukakan pendapatnya itu.

N.    Unsur Resensi

Unsur-unsur dalam resensi meliputi :

1.      Judul resensi

Judul resensi yang menarik dan benar-benar  menjiwai seluruh  tulisan atau inti tulisan, tidak harus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah penulisan resensi selesai. Yang perlu di ingat, judul resensi harus selaras dengan keseluruhan isi resensi.

2.      Data buku

Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
  1. Judul buku (jika buku itu termasuk buku hasil terjemahan, judul aslinya juga harus ditulis)
  2. Pengarang (jika ada, tulis juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera dalam buku)
  3. Penerbit
  4. Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa)
  5. Tebal buku (berapa halaman)
  6. Harga buku (jika diperlukan)

·         Pembukaan (lead)

Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini.
  1. Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa yang diperoleh.
  2. Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun pengarang lain.
  3. Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang.
  4. Memaparkan keunikan buku.
  5. Merumuskan tema buku.
  6. Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku.
  7. Mengungkapkan kesan terhadap buku.
  8. Memperkenalkan penerbit.
  9. Tubuh atau isi pertanyaan resensi buku

·         Tubuh atau isi

pertanyaan resensi buku biasanya memuat hal-hal dibawah ini :
  1. Sinopsis atau isi buku secara benar dan kronolois.
  2. Ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya.
  3. Keunggulan buku.
  4. Kelemahan buku.
  5. Rumusan kerangka buku.
  6. Tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit).
  7. Kesalahan cetak (jika ada)

·         Penutup resensi

Bagian penutup, biasanya berisi saran atau pertanyaan bahwa buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

O.    Fungsi Resensi

  1. Fungsi informatif, yakni menginformasikan keberadaan buku atau film tertentu sehingga pembaca merasa tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut
  2. Fungsi komersial, yakni mempromosikan produk baru untuk kepentingan komersial ( keuntungan materi)
  3. Fungsi akademik, yakni interaksi antara penulis buku, penerjemah, editor, dan peresensi dalam membentuk wacana keilmuan serta berbagai pengalaman dan sudut pandang tentang topik tertentu yang dijadikan fokus resensi.

P.     Jenis Jenis Resensi

Berdasarkan isi sajian atau isi resensi nya , resensi buku di golongkan menjadi :

·         Resensi informatif

            Resensi informatif  hanya berisi informasi tentang hal-hal penting dari suatu buku . pada umumnya , isi resensi informatife hanya ringkasan dan paparan mengenai apa isi buku atau hal-hal yang bersangkutan dengan suatu buku .

·         Resensi evaluatif

Resensi evaluatif  lebih banyak menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku atau hal-hal yang berkaitan dengan buku .informasi tentang isi buku hanya disajikan sekilas saja bahkan kadang-kadang hanya dijadikan ilustrasi.

·         Resensi informatif –evaluatif

Resensi informatif-evaluatif merupakan perpaduan dua jenis resensi tersebut . resensi jenis ini disamping menyajikan semacam ringkasan buku atau hal-hal penting yang ada di buku juga menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku . resensi jenis ketiga lah yang dikatakan paling ideal karna bisa memberikan laporan dan pertimbangan secara memadai.

Tahap dan Teknik Pembuatan Resensi

Ada tiga macam teknik meresensi buku yang dapat dilakukan, yakni :
a)        Teknik Cutting and Glueing
Meresensi buku dengan teknik ini berarti merekatkan potongan-potongan tulisan. Potongan tersebut berupa materi yang menarik perhatian Anda yang terdapat di dalam buku yang akan Anda resensi. Selain bagian materi yang menarik perhatian, bagian yang dipotong itu hendaknya mencerminkan gagasan-gagasan inti si penulis buku. Kumpulan potongan materi yang sudah terpilih itu, lalu disusun dan dirangkaikan ke dalam sebuah susunan yang logis.
Proses ini disebut tahap pelekatan atau penempelan. Yang harus dijaga dalam proses ini adalah kesatuan dan kepaduan gagasan antara potongan yang satu dengan potongan lainnya. Upayakan agar resensi Anda seolah-olah menghadirkan si penulis dalam menyampaikan gagasan-gagasannya. Peran Anda dalam resensi itu hanya dalam konteks menyambungkan, mengalirkan dan mengaitkan gagasan yang satu dengan yang lainnya.
Mengenai kesan dan pandangan Anda terhadap objek resensi harus terefleksikan dalam judul. Selain itu, Anda dapat memasukkan kesan dan opini Anda pada kalimat/paragraf pada bagian kesimpulan. Teknik ini merupakan teknik yang paling sederhana dalam berlatih menulis resensi.
b)        Teknik Focusing
Teknik ini berkaitan dengan memusatkan perhatian kepada satu aspek tertentu yang disajikan dalam objek resensi. Pemusatan perhatian itu harus tetap berpangkal pada sesuatu yang menonjol, dan menarik perhatian.
Bagian yang dianggap menonjol itu bisa terletak pada aspek tema, metode pembahasan yang digunakan penulis, sampul luar, sosok pengarang, gaya penyajian, atau latar belakang penerbitan buku tersebut.
c)        Teknik Comparing
Teknik ini mengajak seorang peresensi untuk melakukan pembandingan-pembandingan atas hal-hal yang terdapat dalam objek resensi dengan sumber lain mengenai topik sejenis. Pembandingan itu dapat dilakukan atas dasar topik atau tema yang sama dari pengarang yang berbeda atau pengarang yang sama mengenai topik-topik yang berbeda.
Teknik ini tidak mungkin dilakukan tanpa kegiatan membaca. Peresensi wajib membaca beberapa sumber yang berbeda. Semakin kaya bacaan persensi, maka semakin kaya pula wawasan yang dapat dijadikan input bagi kedalaman pembandingannya. Peresensi dapat menemukan kelebihan atau kekurangan yang terdapat di dalam sebuah buku. Oleh karena itu, membaca beberapa sumber bacaan itu menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menentukan kualitas resensi Anda.
Q.    Sistematika Struktur resensi
biasanya mengikuti pola berikut :
  1. Judul resensi
Judul resensi ini harus menarik pembaca
  1. Perwajahan (jati diri buku) meliputi :
  • Judul buku
  • Nama pengarang/penulis
  • Nama penerbit dan tahun terbit
  • Jumlah halaman
  • Jenis huruf
  • Halaman sampul (cover)
  • Harga buku (boleh dicantumkan boleh tidak)
Pembukaan, merupakan alinea pembuka. Meliputi :
  • Uraian, deskripsi, rangkuman, yang menjelaskan isi buku secara umum
  • Kutipan bagian yang memperjelas isi buku
  • Kaitannya dengan konteks situasi yang sedang hangat di masyarakat
  • Bersifat pemancing untuk menarik perhatian pembaca
Pembahasan, berisi komentar, ulasan, analisis kritis, dan penilaian terhadap isi buku. Inilah esensi dari suatu resensi, yakni si peresensi mengomentari atau menilai suatu buku dari berbagai aspek yaitu aspek luar dan aspek isi, meliputi :
  • Analisis terhadap isi buku disertai alasan dan bukti yang ada dalam isi buku
  • Analisis kekuatan dan kelemahan (bila ada) isi buku yang diresensi pembandingan dengan sumber-sumber yang berbeda
  • Gagasan-gagasan penulis mengenai isi buku
  • Penutup, meliputi penilaian penulis resensi mengenai perlu tidaknya pembaca resensi membaca atau memiliki buku tersebut. Kalimat penutup ini lebih mempresentasikan rekomendasi untuk para pembaca, meskipun kadang-kadang tidak dinyatakan secara rinci.
  • Identitas peresensi, sering juga dicantumkan dibagian akhir resensi guna menunjukkan otoritas peresensinya.
R.     Manfaat Resensi

·         1. Bahan pertimbangan

Untuk Memberikan sebuah gambaran kepada para sih pembaca tentang sebuah karya dan untuk mempengaruhi mereka atas karya tersebut.

·         2. Nilai ekonomis

Untuk mendapatkan uang atau imbalan dari buku-buku yang diresensikan secara gratis dari sih penerbit buku jika resensinya dimuat dikoran atau di majalah.

·         3. Sarana promosi buku

Buku yang diresensikan yaitu buku baru yang belum pernah diresensi. oleh sebab itu, resensi merupakan suatu media untuk mempromosikan buku baru tersebut.

·         4. Pengembangan Kreativitas

Untuk mengembangkan sebuah kreativitas dalam menulis, Dalam membuat sebuah resensi buku harus mempunyai sebuah unsur-unsur agar resensi tersebut jelas dan berkualitas.

Tips untuk menulis resensi

  1. Tulisan resensi yang menggambarkan sebuah buku/film harus sesuai dengan isi seutuhnya. Oleh karena itu, syarat utama meresensi adalah peresensi harus terlbih dahulu membaca/menonton dan memahami buku/film yang akan diresensi.
  2. Lakukan analisis yang tajam dan bernalar. Pertama, mengamati manfaatnya. Pada bagian mana buku itu bermanfaat bagi pembacanya dan sertakan bukti dan alasannya.
  3. Gunakan bahasa yang terstruktur, lugas dan jelas sehingga memudahkan pembaca memahami tulisan Anda. Penggunaan kalimat yang panjang dan bertele-tele akan mengaburkan pesan yang disampaikan.pilih kata-kata yang tepat dan sesuai untuk merangkai tulisan resensi Anda.

S.      Contoh Resensi

Contoh Resensi Novel

  1. Identitas buku
Judul            : Dealova
Penulis        : Dian Nuranindya
Penerbit      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman     : 304 halaman
Cetakan      : 12 tahun 2005
ISBN             : 979-22-0760-0

  1. Petinjau
Pada awalnya novel ini hanya sekedar honi menulis saja dan selalu ingin mencoba hal-hal yang baru. Penulis mulai mengwali menulisnya dimasa SMP yang belum sempat terselesaikan dan sempat berhenti beberapa tahun,hingga penulis mempunyai keinginan untuk meneruskan tulisannya lagi di masa SMU. Cerita dalam novel ini merupakan imajinasi dari penulis sendiri. Tulisan ini kemudian dikiramkan kesalah satu penerbit, kemudian tanpa diduga novelnya diterbitkan dan menjadi novel best seller ditahun 2005. Novel ini juga diangkat ke layar lebar pada tahun 2007.
  1. Isi
  2. Unsur instrinsik
  • Tema
Tema yang terdapat dalam  novel ini mengenai percintaan masa remaja
  • Alur dan tema cerita
Alur atau plot yang terdapat dalam novel ini adalah alur maju . misalnya dalam kalimat “esok harinya,kedua orangtua Dira datang ke rumah sakit.”

  • Latar atau seting
Latar atau seting yang terdapat dalam novel ini terdiri dari latar tempat, latar waktu, latar suasana. Latar tempat meliputi sekolah, rumah, lapangan basket.latar waktu  meliputi pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Latar suasana dalam novel ini berselimut gejolak hati para remaja yang berbaur dengan suasana suka dan duka.
Penokohan
  1. Karra : baik,supel, cuek, ramah.
  2. Ibel : penuh perhatian, ramah, baik, mudah bergaul, sabar.
  3. Dira : pintar, sombong, kasar, egois, acuh tak acuh, dan penyayang.
  4. Finta : cerewet, baik, penuh perhatian, centil.
  5. Iraz : penyayang dan penyabar.
  6. Niki : cuek, pencemburu dan egois.
  7. Dio : pintar, baik, dan sabar.
Tokoh tambahan : Abe, Amanda, Stanie, Rio, Aji, Orang tua Karra, Bi Minah, Orang tua Dira, Dira,Adit, Orang tua Ibel, dan pak ketut.
  • Sudut pandang
Sudut pandang dalam novel ini penulis sebagai orang ketiga (penulis sebagai pencerita)
  • Gaya penulisan
Gaya penulisan novel ini penulis cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang dipakai oleh para remaja. Pengungkapan perasaan setiap tokoh lebih banyak sesuai dengan karakter masing-masing tokoh.
  • Amanat
Amanat yang ingin disampaikan novel Dealova ini adalah harus saling menghargai pasangan, jangan terus larut dalam kesedihan, jangan terlalu membenci seseorang, dan hidup harus selalu maju.
Unsur Ekstrinsik
  • Nilai moral
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dilihat pada masing-masing tokoh dalam cerita ini memiliki moral yang baik, tetapi ada beberapa tokoh yang mempunyai moral kurang baik. Moral baik misalnya dalam tokoh Karra yang selalu baik, dan ramah.
  • Nilai social
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dibuktikan dari tokoh Karra yang tidak  membeda-bedakan orang dalam pertemanannya.
Kelebihan dan Kekurangan
  • Kelebihan
Kelebihan dari novel ini adalah  penulis benar-benar jelas dalam menggambarkan suasana hati yang dialami masing-masing tokoh dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga dapat membuat pembaaca masuk dalam cerita kemudian pembaca akan hanyut dalam isi cerita dan turut merasakan perasaan tokoh tersebut
  • Kekurangan
Kekungan dari novel ini hanya terdapat pada segi penggunaan bahasa saja. Bahasa yang digunakan dalam novel ini mutlak bahasa remaja sehari-hari, jadi kurang memberikan pengetahuan tambahan bagi pembaca dalam aspek kosa kata.
Kesimpulan / synopsis
Novel dealova ini menceritakan tentang seorang gadis tomboy dan jago main basket, dia bernama karra. Rambutnya panjang, tidak seperti kebanyakan pemain basket yang lain. Dia memiliki wajah yang manis dan seorang yang santai. Tapi kalu karra marah, semuanya bisa jadi gawat darurat.
Karra sangat beruntung, karena selain dia mempunyai seorang kakak lakilki yang sangat menyayanginya-namanya Iraz, teman-teman Iraz juga perhatian kepada Karra. Terutama teman Iraz yang namanya Ibel, laki-laki yang jago main gitar dan menyukai warna biru. Ketika Iraz harus melanjutkan studinya ke New York, Iraz mempercayakan karra kepada Ibel untuk menjaga adiknya.
Selama dengan Ibel, Karra menganggapnya hanya sebagai kakak saja. Setiap perhatian lebih yang diberikan Ibel kepada karra selalu ditanggapi dengan sikap biasa dan wajar layaknya seorang kakak yang memperlkukan adiknya dengan penuh perhatian. Di sisi lain, Karra disukai oleh Dira, seorang siswa baru di sekolahnya yang juga sma-sama jago main basket. Sikap Dira yang selalu membuat Karraa kesal dan marah secara tidak sadar telah menghipnotisnya untuk selalu berada dekat dengan Dira. Walaupun sering membuat Karra kesal, tetapi karra merasa kehilangan.
T.     Pengertian Book Report
Book report adalah semacam buku laporan berisi tentang catatan2/kegiatan. gunanya untuk memberi tahu dan merekap semua kejadian bila suatu waktu diperlukan.
U.    Contoh Book Report
A.    Identitas Buku
Judul Buku                  : Mengenal Psikopat
Penulis                         : Neneng Tati Sumiati dan Engkin Zainal Muttaqin
Penerbit                       : Studia Press
Tahun Terbit                : Cetakan Pertama, April 2007
Tebal Halaman            : 103 hal


B.     Uraian Isi Buku
Buku ini dibagi menjadi VI BAB yang masing-masing bab membahas secara spesifik perilaku psikopat. Di bab I  membicarakan tentang fenomena perilaku kekerasan yang semakin hari semakin meningkat dan terjadi diberbagai tempat baik di dalam rumah, di kantor, maupun dijalanan. Hal-hal yang mungkin bisa dianggap sepele akan tetapi ternyata dapat membuat orang bertindak menjadi tak terkendali, menyerang, melukai, bahkan membunuh orang lain yang dianggap mengganggu atau menghalangi tujuannya. Kalau kita renungkan memang banyak faktor-faktor yang potensial menyebabkan orang tidak lagi mengindahkan aturan dan norma yang berlaku dimasyarakat dari mulai faktor individu sampai faktor-faktor yang terdapat dalam lingkungan. Banyak usaha yang telah dilakukan untuk memahami hal tersebut dari berbagai sudut pandang, apa sebenarnya yang melatarbelakangi perilaku tersebut. Bila kita mengurut latar belakang yang menyebabkan seseorang bertindak atau bertingkah laku tertentu pada situasi tertentu maka akan bermuara pada apa yang kita kenal dengan istilah kepribadian.
Selanjutnya di bab II menjelaskan tentang kepribadian itu sendiri. Menurut Hall dan Lindzey (1957), mengatakan bahwa kepribadian dapat ditunjukkan dengan adanya keteraturan dan kesesuaian tingkah laku yang ditunjukkan seseorang berbagai situasi. Tingkah laku dan sifat-sifat seseorang yang ada dalam kepribadian seseorang memiliki sejarah masa lalu. Dengan kepribadian seseorang yang terekspresi/terbentuk melalui tingkah laku tidak hanya sebagai reaksi atas stimulus yang hadir saat tingkah laku muncul, melainkan juga terpengaruh oleh masa lalu.
Bab III menjelaskan tentang kepribadian yang normal dan abnormal, untuk menentukan kepribadian yang normal dan abnormal ada berbagai kriteria, menurut Theodore Millon bahwa individu dapat dikatakan memiliki kepribadian normal dan sehat harus memenuhi criteria sebagai berikut: 1) Kemampuan untuk mengatasi lingkungan dengan cara yang fleksibel dan adaptif, 2) Mempersepsi diri dan lingkungan dengan cara yang konstruktif, 3) Pola-pola tingkah laku nyata yang konsisten dan cenderung menghasilkan sesuatu yang menyehatkan. Sebaliknya individu dikatakan memiliki kepribadian abnormal dan tidak sehat ditunjukkan dengan criteria sebagai berikut: 1) Upaya mengatasi tanggung jawab dan hubungan sehari-hari dengan tingkah laku maladaptive dan bersifat kaku, 2) Menyalahkan diri dan lingkungan, 3) Pola-pola tingkah lakunya menunjukkan sesuatu yang tidak sehat.
Kemudian di bab IV dijelaskan mengenai penyebab gangguan kepribadian. Adapun yang menjadi penyebab gangguan kepribadian adalah pertama Faktor biologis dengan dasar yang mempengaruhi perkembangan kepribadian adalah faktor herediter dan faktor prenatal. Selain itu faktor kedua adalah faktor bioenvironmental yaitu adanya interaksi yang saling mempengaruhi antar faktor biologis dan lingkungan untuk menciptakan seperangkat kemampuan yang mempengaruhi perkembangan kepribadian.
Bab V yaitu menjelaskan mengenai gambaran gangguan kepribadian anti sosial. Masalah abnormalitas, penyimpangan atau gangguan kepribadian adalah masalah yang timbul karena perbedaan yang besar anata perilaku dan norma sosial yang berlaku, dengan ditandai oleh: a) bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain, b) sikap yang amat tidak bertanggungjawab dan menetap dan tidak peduli terhadap norma, peraturan dan kewajiban sosial, c) tidak mamu untuk mempertahankan hubungan agar berlangsung lama, meskipun tidak ada kesulitan untuk mengembangkannya, d) mudah menjadi frustasi dan bertindak agresif, termasuk tindak kekerasan, e) tidak mampu untuk menerima kesalahan dan belajar dari pengalaman, terutama dari hukuman, f) sangat cenderung untuk menyalahkan orang lain, atau menawarkan rasionalisasi yang dapat diterima, untuk perilaku yang telah membawa pasien dalam konflik sosial.
Bab VI atau bab yang terakhir dalam buku ini menjelaskan tentang latar belakang timbulnya gangguan kepribadian antisosial. Faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian tidak bersifat tunggal, melainkan bersifat kompleks dalam arti bahwa untuk memahami kepribadian dan gangguannya kita perlu melihat seseorang sebagai makhluk yang unik, maka konsekuensinya dalam menilai dan menentukan gangguan kepribadian antisocial serta penyebab-penyebabnya perlu dilihat kasus per kasus atau dengan kata lain kita harus melihatnya secara kasuistik.
C.Penutup
Tindakan-tindakan kekerasan maupun tindakan-tindakan yang melanggar hokum, etika dan agama yang dilakukan seseorang kepada orang lain dapat dengan mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Contoh terdekat adalah kasus meninggalnya anak seni musik UPI angkatan 2007 yang bernama Andri, beliau meninggal dunia akibat ditusuk oleh sekelompok orang ketika pulang mengisi acara tahun baru

V.    Pengertian Skripsi

Skripsi atau tugas akhir adalah istilah yang di gunakan di Indonesia untuk mendapatkan gelar sarjana dari perguruan tinggi. Skripsi suatu karya untuk menghasilkan ilmu pengetahuan atau sesuatu yang dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah dan di kerjakan menurut aturan dan tata cara tertentu. Tujuan skripsi secara umum bertujuan untuk mengembangkan ilmu dari berbagai pengetahuan yang telah di pelajari selama bangku perkuliahan. Mahasiswa wajib menulis skripsi selain untuk syarat kelulusan juga untuk memberi pengetahuan dan ketrampilannya dalam menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan ilmu yang sedang di tulisnya.
W.   Tesis
Tesis adalah tugas akhir jenjang magister (S2). Thesis salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis. Tesis merupakan pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi.
X.    Disertasi
Disertasi Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam penyelesaian program S3. Disertasi merupakan bukti kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam program ilmu yang di pilih seorang mahasiswa S3.
Y.    Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi

No
Aspek
Skripsi
Tesis
Disertasi
1
Jenjang
S1
S2
S3 (tertinggi)
2
Permasalahan
Dapat diangkat dari pengalaman empirik, tidak mendalam
Diangkat dari pengalaman empirik, dan teoritik, bersifat  mendalam
Diangkat dari kajian teoritik
yang didukung fakta empirik, bersifat sangat mendalam
3
Kemandirian penulis
60% peran penulis, 40% pembimbing
80% peran penulis, 20% pembimbing
90% peran penulis, 10% pembimbing
4
Bobot Ilmiah
Rendah – sedang
Sedang – tinggi.  Pendalaman / pengembangan terhadap teori dan penelitian yang ada
Tinggi, Tertinggi dibidang akademik.   Diwajibkan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
5
Pemaparan
Dominan deskriptif
Deskriptif dan Analitis
Dominan analitis
6
Model Analisis
Rendah – sedang
Sedang – tinggi
Tinggi
7
Jumlah rumusan masalah
Sekitar 1-2
Minimal 3
Lebih dari 3
8
Metode / Uji statistic
Biasanya  memakai uji Kualitatif / Uji deskriptif, Uji statistik parametrik (uji 1 pihak, 2 pihak), atau Statistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat, run test), uji hipotesis komparatif, uji hipotesis asosiatif, Korelasi, Regresi, Uji beda, Uji Chi Square, dll
Biasanya memakai uji Kualitatif  lanjut  /  regresi ganda, atau korelasi ganda, mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data panel, persamaan simultan, regresi logistic, Log linier analisis,  ekonometrika static & dinamik, time series ekonometrik) Path analysis, SEM
Sama dengan tesis dengan metode lebih kompleks, berbobot yang bertujuan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
9
Jenjang Pembimbing / Penguji
Minimal Magister
Minimal Doktor dan Magister yang berpengalaman
Minimal Profesor dan Doktor  yang berpengalaman
10
Orisinalitas penelitian
Bisa replika penelitian orang lain, tempat kasus berbeda
Mengutamakan orisinalitas
Harus orisinil
11
Penemuan hal-hal yang baru
Tidak harus
Diutamakan
Diharuskan
12
Publikasi hasil penelitian
Kampus Internal dan disarankan nasional
Minimal Nasional
Nasional dan Internasional
13
Jumlah rujukan / daftar pustaka
Minimal 20
Minimal 40
Minimal 60
14
Metode / Program statistik yang biasa digunakan
Kualitatif / Manual, Excel, SPSS dll
Kualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
Kualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll















BAB III
PENUTUP
A.            Kesimpulan
·         Macam – macam Kekeliiruan dalam Berfikir Ada 3 Jenis yaitu : Kekeliruan Formal, Kekeliruan Informal, Kekeliruan Penggunaan Bahasa.
·         Makalah adalah karya ilmiah membahas sebuah permasalahan dan pembahasannya berdasarkan analisis secara objektif yang ditulis oleh seseorang atau kelompok. Makalah biasanya dipresentasikan dalam perkuliahan, seminar, ataupun simposium.
Jenis- Jenis Makalah : Deduktif, Induktif, dan Campuran.
Ciri/ karakteristik makalah yaitu makalah merupakan hasil kajian atau literatur, makalah mendemontrasikan pemahaman penulis atau kelompok yang membuatnya tentang permasalahan teorik, menunjukkan pemahaman penulis atau kelompok yang membuatnya atas isi dari berbagai sumber.
Susunan Makalah : Halaman muka/ Cover, Kata Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan, Pembahasan, Kesimpulan, Daftar Pustaka, dan Lampiran.
·         Secara umum resume adalah sebuah data dokumen yang di dalamnya berisikan rangkuman dari pengalaman, keahlian, dan pendidikan seseorang yang ditulis tidak lebih dari dua halaman. Data-data tersebut harus disusun dengan teratur dan rapi agar mampu menarik perhatian pembacanya.
Perbedaan Resume dan CV : Pada umumnya CV ditulis dalam bentuk kronologis. Intinya kalau CV itu hanya perlu menambahkan data terbaru mengenai riwayat pekerjaan. Kamu juga bisa memodifikasi tulisan di dalam surat lamaran, Sedangkan resume hanya berisi tentang keahlian, pendidikan, pengalaman kerja, atau pengalaman dalam berorganisasi yang benar-benar relevan dan sesuai dengan posisi pekerjaan yang akan dilamar.
·         Pengertian Resensi Kata resensi ini berasal dari bahasa Belanda “recensie” yang berarti membicarakan dan menilai/beorordelend en bespoken. Dari makna inilah, maka media cetak Belanda menyediakan halaman atau kolom khusus sebagai wadah pembicaraan buku ini (Lasa, 2006).
Unsur Resensi : Judul Resensi, Data Buku ( Judul buku, Pengarang, Penerbit, tahun Terbit beserta cetakannya, tebal buku, harga buku), pembukaan (lead), tubuh/isi, penutup resensi.
·         Book report adalah semacam buku laporan berisi tentang catatan2/kegiatan. gunanya untuk memberi tahu dan merekap semua kejadian bila suatu waktu diperlukan.
·         Skripsi suatu karya untuk menghasilkan ilmu pengetahuan atau sesuatu yang dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah dan di kerjakan menurut aturan dan tata cara tertentu.
·         Tesis merupakan pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi.
·         Disertasi merupakan bukti kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam program ilmu yang di pilih seorang mahasiswa S3.












DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar